Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 24 Mar 2020 11:02 WIB

TRAVEL NEWS

Pandemi Corona Bikin Pesawat Berebut Ruang Parkir

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Aircrafts are parked on a runway at the airport in Frankfurt, Germany, Sunday, March 15, 2020. Due to the Coronavirus, Lufthansa had to cancel half of its flights. For most people, the new coronavirus causes only mild or moderate symptoms. For some, it can cause more severe illness, especially in older adults and people with existing health problems. (AP Photo/Michael Probst)
Parkir pesawat Lufthansa (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Pandemi Corona bikin dunia penerbangan amat nelangsa. Setelah penangguhan, kini pesawat-pesawatnya berebut tempat lahan parkir di bandara.

Diberitakan CNN, Selasa (24/3/2020) bandara-bandara dunia belum siap menghadapi pandemi virus Corona. Begitu banyak pesawat yang di-grounded dan melebihi kapasitas apron.

Sebelum virus Corona menggila, biasanya ada sebanyak 20.000 pesawat berputar-putar di langit bumi. Belum ada pengaturan grounded secara besar-besaran.

Parkir di bandara tergolong mahal. Bandara utama Eropa mematok biaya USD 285 per jam, mungkin aturan terbaru akan lebih meringankan maskapai.

Awal bulan ini, negara-negara terjangkit virus Corona mulai menutup diri. Imbasnya adalah deru pesawat menjadi hening, karena maskapai secara berantai mengurangi frekuensi penerbangan secara besar-besaran.

Delta Air Lines telah mengurangi kapasitas sebesar 70%, memarkir setidaknya setengah dari armadanya atau lebih dari 600 pesawat. Corona bikin perusahaan mempercepat pensiunnya pesawat tua, seperti MD-88/90 dan Boeing 767.

Di Australia, Qantas telah mengandangkan 150 pesawat, campuran A380, B747, dan B787-9. Perusahaan itu juga sedang berdiskusi dengan pemerintah dan bandara mengenai lahan parkir untuk pesawatnya.

Di Jerman, Lufthansa Group mengurangi kapasitas tempat duduk pada rute jarak jauh hingga 90%. Total 23.000 penerbangan jarak pendek, menengah, dan jauh dibatalkan dari tanggal 29 Maret-24 April.

Maskapai LCC Eropa, Ryanair, mengurangi kapasitas kursi hingga 80% selama bulan April dan Mei. Bandara yang penuh pesawat pun tak terelakkan.

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA