Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 16 Apr 2020 06:13 WIB

TRAVEL NEWS

Cerita WNI yang Tinggal di Negara dengan Penanganan Corona Terbaik

Putu Intan
detikTravel
Taiwan jadi salah satu negara yang melakukan respon terbaik dalammenangani penyebaran COVID-19. Beragam langkah responsif Taiwan itu pun mendapat pujian dunia.
Ilustrasi warga dicek suhu badan saat pandemi virus Corona. (Getty Images/Paula Bronstein)
Jakarta -

Taiwan dinilai sebagai negara yang mampu menangani virus Corona dengan cara terbaik. WNI yang tinggal di sana pun berbagi kisah tentang hal tersebut.

Virus Corona atau COVID-19, yang kian menyebar setiap harinya, memaksa berbagai negara untuk adu cepat mengendalikan virus tersebut. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari melakukan tes cepat (rapid test) sebagai skrining awal penderita Corona hingga mengunci diri (lockdown).

Dari berbagai upaya itu, media CNN menyebut Taiwan menjadi negara terbaik dalam menangani COVID-19. Itu didasarkan pada kecepatan dan kesigapan negara dalam menghadapi wabah ini sehingga berimplikasi pada jumlah kasus positif Corona yang kurang dari 400.

Lantas seperti apa sih kondisi di Taiwan? Apakah benar bahwa negara ini terdepan dalam penanganan COVID-19?

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Kota Taichung, Taiwan berbagi cerita kepada detikcom mengenai kehidupan di Taiwan selama wabah COVID-19 ini terjadi. Felicia, 23 tahun, bekerja di salah satu perusahaan swasta dan melaksanakan kegiatan sehari-hari secara normal.

"Yang sudah saya alami sampai saat ini, kita nggak ada work from home, kita benar-benar (beraktivitas) kayak biasa aja, nggak ada yang namanya jalanan sepi, saya menjalani hari-hari seperti biasa karena dari pemerintah sudah ada transparansi. Jadi segala informasi (mengenai Corona) sudah terlihat jelas, gamblang langsung dari Kementerian Kesehatan di Taiwan," ujar Felicia.

Felicia mengatakan bahwa kondisi Taiwan pada masa sekarang sudah berangsur normal. Sejenak mundur ke belakang, ia menjelaskan bahwa Taiwan telah mengambil sejumlah kebijakan tegas sejak 24 Januari 2020, selang 3 hari setelah kasus COVID-19 pertama kali terdeteksi dari seorang warga Taiwan yang baru pulang dari Wuhan.

"Pertama kali ditemukan virus Corona di Taiwan pada 21 Januari. Pada waktu itu ada salah satu warga negara Taiwan, dia berusia 50 tahun, seorang perempuan, dia kembali dari Wuhan untuk mengajar, tapi untungnya pada waktu itu dia langsung melaporkan bahwa dia tidak enak badan. Jadi, dia langsung lapor ke rumah sakit dan akhirnya ia dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut," kata Felicia.

"Pemerintah membuka konferensi pers umum pada 24 Januari untuk mengumumkan bahwa semua produsen dan juga perusahaan masker serta alkohol akan diambil alih oleh pemerintah dan dilarang untuk mengimpor ke negara-negara lain,"ia melanjutkan.

Taiwan jadi salah satu negara yang melakukan respon terbaik dalammenangani penyebaran COVID-19. Beragam langkah responsif Taiwan itu pun mendapat pujian dunia.Taiwan memproduksi jutaan masker untuk kebutuhan dalam negeri. (Foto: Getty Images/Paula Bronstein)

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA