Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 25 Apr 2020 07:23 WIB

TRAVEL NEWS

Traveler Ini Batal ke Madrid Pakai Tiket Promo, Qatar Ganti Voucher Belasan Juta

Femi Diah
detikTravel
wiwig prayugi
Wiwig Prayugi batal ke Madrid dengan tiket promo, namun dapat ganti voucher jutaan rupiah. (dok. pribadi)
Jakarta -

Wiwig Prayugi, 35 tahun, batal terbang ke Madrid dengan tiket promo Rp 333 ribu karena virus Corona. Tapi, dia tak sedih-sedih amat karena Qatar Airways mengganti dengan voucher tiket penerbangan belasan juta.

Awalnya, Wiwig iseng-iseng mengikuti perburuan tiket promo penerbangan internasional dari AirAsia. Rupanya, AirAsia bekerja sama dengan Kiwi.com untuk memberikan tiket murah ke Eropa. Wiwig memilih rute terbang ke Madrid.

"Dari pemberitahuan AirAsia itu jadwal tiket bakal dilego pada 17 November mulai sekitar jam 08.00 sampai 22.00 WIB. Saya sudah standby jam 7.30, eh jam 08.05 dapat tiket Jakarta-Madrid Rp 333 ribu naik Qatar Airways. Saat mengisi tanggal terbang enggak pakai mikir, asal dapat dulu," kata Wiwig dalam perbincangan dengan detikTravel.

Karena berjudi memilih tanggal penerbangan, Wiwig lupa di tanggal yang sama dia telah memesan tiket ke Filipina. Tapi, dengan pertimbangan traveling ke Asia Tenggara bisa lebih mudah dilakukan, Wiwig membulatkan tekat untuk pelesiran ke Spanyol.

Masalah tak cuma itu, Wiwig tak otomatis mengantongi tiket penerbangan ke Madrid. Dia harus mengonfirmasi rencana terbang itu ke Kiwi.com.

Beruntung, seluruh proses dilalui Wiwig dengan lancar sehingga tiket terbang kdari Jakarta ke Madrid seharga tiket kereta Jakarta-Solo itu bisa didapatkan.

"e-tiket sempat delay sehari, karena saya harus telepon ke kantor Kiwi di Singapore atau Thailand untuk verifikasi pembayaran. Setelah verifikasi, e-tiket terbit. Senangnya luar biasa. Rekor pembelian termurah sepanjang traveling, Jakarta-Madrid pp Rp 333 ribu," ujar Wiwig.

Setelah mendapatkan tiket itu, Wiwig mulai merancang itinerary. Dia membuat rencana sesampainya di Madrid akan menjelajah POrtugal lebih dulu lewat jalur darat. Barulah kembali ke Madrid di sisa perjalanan.

Mantap dengan itinerary yang dibuat, Wiwig pun segera memesan penginapan dan tiket transportasi perjalanan lokal. Selain oitu, dia juga memesan asuransi perjalanan dan visa. Semua proses itu dilakukan di bulan Desember.

"Kemudian, virus Corona mulai tuh outbreak di Wuhan, tapi sama sekali belum kepikiran bakal batal ke Madrid. Saya pikir,"ah, paling cuma kayak SARS menyepelekan, saya pikir paling cuma kayak SARS aja enggak melebar ke mana-mana," ujar karyawan salah satu media di ibu kota itu.

Dugaan Wiwig meleset. Dalam prosesnya, virus Corona merebak di Italia dan Spanyol. Nah, saat itulah Wiwig mulai berhitung untuk lanjut terbang atau membatalkannya.

"Setelah kasus di Spanyol mulai 500-an, saya memutuskan untuk membatalkan traveling. Sempat tidak berniat refund karena cuma Rp 333.000, dipotong biaya admin dapetnya cuma Rp 120 ribuan," kata Wiwig.

Tapi, kemudian pada 10 Maret, Qatar Airways mengeluarkan kebijakan reschedule dan penggantian voucher untuk semua rute yang sudah dipesan sampai 30 Juni.

Wiwig pun mencoba peruntungan. Dia menghubungi kantor Qatar Airways di Denpasar. Setelah berkonsultasi dengan salah satu petugas, Wiwig mantap untuk meminta refund.

"Saat itu juga langsung memutuskan ganti voucher. Ternyata harga tiket di angka, Rp 14.5 juta. Voucher berlaku satu tahun sejak diterbitkan," ujar Wiwig.

Selain mengurus tiket penerbangan Jakarta-Madrid pp, Wiwig juga segera berkomunikasi dengan operator pembelian tiket dan hostel.

"Tiket bus dan hostel free cancelation semua. Jadi, kerugian hanya visa dan asuransi. Jadi, enggak rugi-rugi amat. Mungkin ini buah dari ikhlas dan sabar," kata Wiwig.

Wiwig berharap wabah virus Corona bisa segera usai dan dia bisa betul-betul terbang ke Madrid. Kalaupun tiket terbang ke Madrid mahal, traveler asal Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah itu akan melancong ke Amsterdam, Lithuania, dan Latvia. Opsi lain, dia akan menjelajah ke Iran.



Simak Video "Sebaran Kasus Aktif Corona RI Per 4 Oktober, Terbanyak di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA