Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 12 Mei 2020 14:16 WIB

TRAVEL NEWS

WNI di Wuhan Semangati Orang Indonesia yang Puasa di Tengah Corona

Putu Intan
detikTravel
Kebijakan lockdown di kawasan Wuhan berakhir pada 8 April 2020. Area transportasi seperti stasiun hingga bandara di wilayah itu pun kembali ramai oleh penumpang.
Kondisi Wuhan pasca lockdown dihapus. (Foto: AP Photo/Ng Han Guan)
Jakarta -

Ramadhan kali ini dijalani dengan kondisi yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dimana saat ini dunia sedang berjuang melawan pandemi COVID-19. Tak terkecuali bagi umat Islam yang tinggal di Kota Wuhan yang disebut sebagai sumber virus tersebut.

Salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang saat ini tinggal di Wuhan membagikan pengalamannya menjalani Ramadhan seorang diri. Humaidi Zihad, mahasiswa pascasarjana Central China Normal University itu terpaksa melewati bulan puasa tanpa teman dan keluarga lantaran gagal pulang ke Indonesia pada penjemputan WNI Februari lalu.

Kala itu, Humaidi tengah mengidap batuk ringan sehingga ia tak lolos seleksi untuk diterbangkan bersama teman-temannya ke tanah air. Ia pun menjalani keseharian dari gedung asrama kampusnya.

"Ramadhan ya seperti ini. Ya sendirian, ya sepilah. Tahun lalu itu ramai," katanya.

Humaidi menceritakan kerinduannya untuk menjalankan ibadah puasa bersama dengan mahasiswa Indonesia lainnya.

"Bukannya kita tidak berteman dengan orang luar negeri tapi kalau bulan puasa itu kalau salat tarawih malam-malam itu, ya kita sama teman-teman Indonesia gitu. Kadang ada satu atau dua orang luar negeri yang ikut gabung. Tapi kebanyakan orang Indo kan. Tahun lalu itu ramai kita salat tarawih bareng-bareng," kenangnya.

Selain punya kebiasaan tarawih bersama, Humaidi juga menceritakan, mahasiswa-mahasiswa Indonesia di sana juga membaca Al-Quran bersama.

"Kita sesama teman Indonesia ngadain kayak pembagian 1 juz setiap minggunya. Sampai 30 juz, entah itu anggotanya berapa pokoknya 30 juz ini kita bagi tiap minggu. Jadi kita punya rutinan 1 minggu itu khatam 1 Al-Quran jadi 4 minggu kita dapat 4 khataman,"ujarnya.

Kegiatan lain yang juga menjadi favoritnya adalah menyiapkan makanan untuk sahur dan buka puasa bersama.

"Jadi kalau buka sama sahur itu, sahur bareng, buka bareng. Gantian masaknya, misalnya saya hari ini, besok kamu. Itu yang seru," ungkapnya.

Ketika pandemi ini telah berakhir, Humaidi mengungkapkan keinginannya untuk segera pulang ke Indonesia. Namun ia juga tak ingin terlalu banyak berharap bahwa pemerintah akan menjemputnya, setelah ia sempat gagal pulang pada Februari lalu. "Kalau diizinkan pulang, saya pasti pulang langsung," katanya.

"Ya alhamdulillah sih saya sudah merasa banyak ketenangan di sini. Pemerintah Indonesia mungkin juga sudah mengira yang sama seperti itu. Ya sudah tidak apa-apa. Saya juga tidak terlalu berharap banyak," ujarnya.

Setelah berhasil menjalani masa-masa lockdown di Wuhan, Humaidi juga memberikan semangat bagi masyarakat Indonesia yang saat ini sedang menjalankan ibadah puasa dan berjuang menekan penyebaran COVID-19.

"Saya yakin, saya lihat Wuhan, China saja bisa, Indonesia pasti bisa mengatasi ini, mungkin dengan cara yang berbeda," ujarnya.

"Ya ini memang ujian yang sangat berat. Pokoknya tetap semangat buat teman-teman di Indonesia. Pikiran harus dijaga tetap positif. Semoga dengan doa-doa yang selalu kita panjatkan, nanti banyak keajaiban. Indonesia pasti bisa," tutupnya.

[Gambas:Video 20detik]



(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA