Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 20 Mei 2020 05:31 WIB

TRAVEL NEWS

Meski Suram, Maskapai-Maskapai Eropa Siap Mengudara Lagi

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Maskapai Finnair
Foto: Ilustrasi Finnair (Dok. feelfinnair/Instagram)
London -

Meski masa depan dunia penerbangan belum terlihat cerah usai pandemi virus Corona. Tapi. maskapai-maskapai di Eropa akan mengudara lagi setelah berbulan-bulan dikandangkan.

Tidak ada yang tahu pasti kapan kondisi akan kembali normal seperti sedia kala sebelum ada wabah Corona. Penerbangan sebagai salah satu industri yang babak belur karena COVID-19 mulai ancang-ancang untuk beroperasi lagi.

Maskapai di Eropa siap untuk terbang dan melayani traveler lagi di bulan Juli. Contohnya maskapai nasional Finlandia, Finnair.

Finnair malah sudah mengudara lagi mulai hari Senin (18/5) kemarin.

Finnair juga akan menambah beberapa rute dan penerbangan baru dari Eropa menuju ke China seperti ke Beijing, Hong Kong, dan Shanghai. Selain itu, tambahan rute direncanakan ke beberapa destinasi baru di Asia seperti Nagoya, Osaka, Seoul, Singapura hingga Bangkok.

"Kami berharap dunia aviasi akan kembali pulih secara bertahap mulai bulan Juli. Tujuan kami adalah mengoperasikan kira-kira 30% dari jumlah penerbangan normal kami di bulan Juli dan kami akan mulai penerbangan jarak jauh ke destinasi kunci kami di Asia. Kami juga akan menambah rute dan frekuensi setelah permintaan kembali normal," kata Chief Commercial Officer Finnair, Ole Orver, seperti dikutip detikTravel dari AP, Rabu (20/5/2020).

Langkah Finnair akan diikuti oleh maskapai Eropa lainnya, seperti Eurowings dari Group Lufthansa. Eurowings bahkan akan menambah 40 destinasi baru, termasuk ke Mallorca di Spanyol hingga Santorini di Yunani.

Maskapai budget Ryanair juga akan terbang lagi di langit Eropa mulai bulan Juli nanti. Maskapai ini sudah terang-terangan menderita kerugian besar akibat pandemi Corona dan larangan terbang. Tak tanggung-tanggung, kerugiannya mencapai 200 Miliar Euro selama April-Juni.

Setelah lockdown mulai dilonggarkan dan perbatasan antar negara dibuka, dunia penerbangan diperkirakan tidak akan recovery dengan cepat. Estimasinya, hanya akan ada 50% orang yang terbang sampai tahun 2021.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA