Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 24 Mei 2020 05:32 WIB

TRAVEL NEWS

Qantas Tunda Peluncuran Penerbangan 19 Jam Non Stop London-Sydney

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Qantas Australia akan uji coba rute penerbangan terpanjang di dunia selama 19 jam nonstop
Foto: Ilustrasi Qantas (BBC Magazine)
Sydney -

Maskapai Qantas menunda peluncuran penerbangan terpanjang sedunia, 19 jam dari London dan New York ke Sydney. Penundaan ini imbas pandemi virus Corona.

CEO Qantas, Alan Joyce secara resmi menyampaikan penundaan untuk peluncuran rute penerbangan langsung terpanjang sedunia, dari London dan New York ke Sydney yang memakan waktu 19 jam dan 30 menit secara non stop.

Alan memberikan nama proyek ambisius tersebut dengan 'Project Sunsine'. Alan sampai harus memesan 12 pesawat Airbus A350 baru untuk melaksanakan program tersebut. Tapi sepertinya peluncuran proyek tersebut harus ditunda akibat pandemi virus Corona.

"Kami harus merencanakan beberapa skenario lain," ungkap CEO Qantas, Alan Joyce sepertik dikutip detikTravel dari Daily Mail, Minggu (24/5/2020).

Uji coba proyek tersebut bahkan sudah dilakukan oleh Qantas sejak tahun lalu sebanyak tiga kali. Di pesawat uji coba pertama, 49 penumpang dan kru terbang dan sukses menjalankan misi tanpa ada halangan apapun. Mereka terbang dari New York menuju ke Sydney pada bulan Oktober.

Penerbangan uji coba kedua ditempuh dari London ke Sydney pada bulan November. Sedangkan penerbangan ketiga dari New York ke Sydney. Semuanya berlangsung dengan sukses.

Qantas sendiri berencana akan meluncurkan penerbangan tersebut pada bulan Maret 2023, sambil menunggu dunia penerbangan kembali normal dari pandemi virus Corona.

"Ini berarti kami ada dalam posisi yang sangat baik untuk berpartisipasi dalam proses recovery. Karena Australia sudah berhasil meratakan kurva, ada harapan permintaan traveling akan kembali lebih cepat dari yang diperkirakan," imbuh Alan.


Qantas sendiri sudah membatalkan hampir sebagian besar penerbangan domestik mereka hingga akhir bulan Juni 2020, sedangkan untuk rute internasionalnya hingga akhir bulan Juli 2020.

Hampir 25.000 orang staff Qantas sudah dirumahkan setidaknya sampai akhir bulan Juni. Alan berharap permintaan pasar akan segera kembali normal dan maskapai bisa dengan cepat pulih.



Simak Video "China Desak Australia Minta Maaf ke Rakyat Afghanistan "
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA