Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 10 Jun 2020 10:10 WIB

TRAVEL NEWS

New Normal Umroh Jika Pandemi COVID-19 Berakhir Bakal Seperti Apa?

Rosmha Widiyani
detikTravel
A small number of pilgrims circumambulate around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque, during the minor pilgrimage, known as Umrah, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Monday, March 2, 2020. At Islam’s holiest site in Mecca, restrictions put in place by Saudi Arabia to halt the spread of the new coronavirus saw far smaller crowds than usual on Monday. (AP Photo/Amr Nabil)
Ilustrasi umroh (AP/Amr Nabil)
Jakarta -

Perjalanan haji dan umroh dihentikan sementara hingga pandemi virus Corona atau COVID-19 berakhir. Bersamaan dengan angka kesembuhan yang makin meningkat, persiapan menuju new normal dilakukan sejumlah negara.

Bagaimana kira-kira umroh new normal umroh, jika pandemi virus Corona telah usai?

Ketua Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji Indonesia (Sapuhi), Syam Resfiadi, mengatakan pelaksanaan umroh nantinya menyertakan prosedur pencegahan COVID-19. Kebersihan dan kesehatan diutamakan demi mencegah infeksi virus Corona.

"Tentunya, sesuai new normal internasional recommended dari WHO seperti masker, hand sanitizer, jaga jarak, dan bawa alat-alat perlengkapan sendiri. Prosedur umroh akan menyesuaikan diri, Insya Allah mudah," kata Syam dalam pesan pendek yang diterima detikcom, Selasa (9/6/2020).

Syam juga menyinggung pelaksanaan umroh bagi kelompok yang lebih berisiko terinfeksi virus corona. Misalnya orang lanjut usia atau lansia, anak-anak yang sistem imunnya belum cukup kuat, atau jamaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu hingga lebih rentan mengalami COVID-19.

"Kemungkinan tidak boleh umroh. Tergantung kebijaksanaan Kerajaan Saudi Arabia," kata Syam yang juga merupakan pimpinan salah satu biro travel umroh dan haji khusus.

Dengan adanya prosedur baru tersebut, bisa jadi ada peningkatan biaya umroh bagi para jamaah. Namun hal tersebut dikembalikan lagi pada kebijakan Saudi dan usaha pengendalian COVID-19.

Dikutip dari situs WHO, new normal disebut dalam statemen transisi menuju new normal selama pandemi COVID-19 harus dipandu prinsip kesehatan masyarakat. Prinsip transisi meliputi bukti pengendalian penularan COVID-19, kompetensi sistem dan fasilitas kesehatan, mampu menekan risiko di kerumunan orang serta tempat ramai, rumah lansia, fasilitas kesehatan mental.

Prinsip lainnya adalah usaha pencegahan di tempat kerja meliputi penerapan jaga jarak, rajin cuci tangan, dan etika saat napas, batuk, atau bersin. Risiko yang terbilang penting mampu dikendalikan serta adanya suara komunitas dalam usaha pencegahan. Jika prinsip belum terpenuhi maka new normal sebaiknya dipertimbangkan kembali.



Simak Video "WHO Sebut Butuh Waktu Lama untuk Kembali ke Kehidupan Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(row/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA