Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 29 Jun 2020 09:12 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Bayi Orca Terdampar di Sulut, Kok Bisa?

Bonauli
detikTravel
Orca di Sulawesi utaras
Orca di Sulawesi Utara (Facebook)
Jakarta -

Seekor bayi orca alias paus pembunuh diketahui terdampar di Sulawesi Utara. Mungkinkah ini kawanan paus pembunuh yang terlihat di Pulau Biak?

Bayi orca tersebut ditemukan di Perairan Inobonto, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara pada hari Rabu (24/6) lalu. Keberadaan orca diketahui hanya berselang 3 hari setelah penampakan gerombolan paus pembunuh di Pulau Biak.



Melalui analisis cepat (rapid analysis) oleh Peneliti Madya Bidang Oseanografi pada Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr Widodo Pranowo, kemungkinan orca ini tersesat sesaat sebelum kawanannya memasuki Pulau Biak.

"Berdasarkan data suhu permukaan laut dan salinitas (kadar garam) sepanjang waktu 10 hingga 26 Juni 2020, ada hal yang menarik yang bisa dipelajari. Orca suka akan suhu air laut antara 27 hingga 32 derajat celsius, dan salinitas antara 35 PSU dan 39 PSU atau bisa juga mencapai 40 PSU," ujar Widodo.

Melalui eksperimen filterisasi salinitas menggunakan suhu permukaan laut 31 derajat celsius, didapatkan zonasi yang mempunyai kemungkinan disukai oleh Orca sepanjang bulan Juni 2020.

"Zonasi salinitas yang ditandai dengan warna orange hingga merah, yakni 34 PSU hingga sekitar 34,75 PSU kemungkinan adalah perairan yang bisa dihampiri oleh Orca, salah satunya Sulawesi Utara dan Pulau Biak," ungkapnya.

Pemodelan rute orca di SulutEksperimen filterisasi salinitas orca di Sulut Foto: (dok KKP/Widodo Pranowo)



Secara teoritik habitat terdekat orca adalah di sekitar timur perairan Jepang. Mungkin saja ada sekelompok orca yang bermigrasi dari bumi bagian selatan menuju bumi bagian utara dan menuju ke arah Laut Sulawesi. Kemudian terdampar di pesisir utara wilayah Provinsi Sulawesi Utara.

"Mekanisme tersesatnya Orca tersebut, mungkin bisa diperkirakan berdasarkan pola arus yang terjadi sepanjang kurun waktu 10 hingga 26 Juni 2020," jelas Widodo.

Agar lebih mudah dibayangkan, apakah traveler ingat dengan film Finding Nemo? Nah, ketika bermigrasi menempuh jarak jauh, mungkin saja Orca mengendarai aliran massa air, seperti yang dilakukan oleh Ayah Nemo dan Dori.

"Diduga kelompok Orca mengendarai aliran massa air yang dikenal sebagai New Guinea Counter Current (NGCC) yang menyusuri pesisir utara Papua, melewati perairan Biak menuju kawasan utara Kepala Burung dan melewati perairan Raja Ampat. Orca tersebut masih mengendarai aliran massa air tersebut melewati timur perairan Halmahera," kata Widodo.

Apabila Orca bermigrasi menuju ke Bumi Belahan Utara, maka rute utama yang ditempuh adalah dengan tetap mengendarai aliran massa air yang dibelokkan oleh arus bernama Halmahera Eddy. Massa air ini menuju ke timur, ketika energi Halmahera Eddy telah melemah, kemudian massa air akan dibelokkan ke Utara.

Pemodelan rute orca di SulutPemodelan rute orca di Sulut Foto: (dok KKP/Widodo Pranowo)



"Alternatif lain dari rute utama adalah menyusuri timur Mindanau kemudian menuju ke utara. Kilas balik kepada film Finding Nemo, Ayah Nemo dan Dori mengendarai aliran massa air. Kemudian melepaskan diri dari aliran massa air tersebut ketika memutuskan untuk stop di suatu perairan terdekat untuk meneruskan misinya mencari Nemo," cerita Widodo.

Dari mekanisme ini bisa saja terjadi pada sekelompok Orca tersebut. Ada beberapa Orca yang tidak sengaja terlepas atau sengaja melepaskan diri dari aliran massa air ketika berada di timur laut Pulau Halmahera.

"Orca tersebut diduga terjebak dan terbawa aliran massa air yang menuju ke Laut Sulawesi. Aliran massa air ini hanya berputar-putar di Basin Laut Sulawesi, termasuk menyusuri pesisir Utara dari Sulawesi Utara, hingga kemudian menyesatkannya ke perairan Inobonto, Bolaang Mongondow," tambahnya.

Apabila Orca tersebut tidak bisa menemukan aliran yang membawanya kembali ke rute utama migrasinya ke bumi bagian utara, maka untuk sementara waktu dia akan terjebak di basin Laut Sulawesi, hanya berputar-putar di sekitar laut tersebut.

"Apabila ikan-ikan kecil sebagai makanan Orca melimpah maka Orca akan survive menunggu hingga waktu yang tepat dia mendapatkan aliran massa air yang bisa dikendarainya kembali ke habitat aslinya," jelasnya.

"Namun hasil analisis ini masih perlu dilakukan pendalaman riset yang lebih komprehensif agar dapat mengetahui kronologis dan penyebab sebenarnya dari tersesatnya Orca," pungkas Widodo.



Simak Video "Dikira Lumba-lumba, Paus Pembunuh Ini Diciumi dan Dipeluk Warga Inobonto"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA