Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 07 Jul 2020 16:19 WIB

TRAVEL NEWS

Harga Tiket Diminta Turun, Dirut Garuda: Industri Alami Pukulan Besar

Putu Intan
detikTravel
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan Komut Garuda Indonesia Triawan Munaf jadi pembicara dalam talkshow di Kementrian BUMN. Mereka melakukan salam komando.
Dirut PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut saat ini kondisi industri penerbangan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hal itu ia lontarkan lantaran banyak pihak yang terus mempertanyakan kemungkinan ada penurunan harga tiket pesawat di masa pandemi COVID-19 ini.

"Betul penting kita memperoleh harga murah. Namun Bapak, Ibu sekalian mohon dipahami hal ini, industri penerbangan mengalami pukulan yang sangat besar," kata Irfan dalam rapat panja pemulihan pariwisata bersama Komisi X DPR RI, Selasa (7/7/2020).

Irfan menjelaskan bahwa saat ini okupansi penumpang Garuda Indonesia hanya tinggal 10 persen. Ini merupakan dampak dari pandemi COVID-19 dimana mobilitas dibatasi dan masyarakat enggan bepergian dengan pesawat. Menurutnya, dengan jumlah yang kecil saat ini, sulit bagi maskapainya untuk memberikan keringanan harga tiket.

"Kalau sudah tinggal 10 persen diminta lagi diskon, mungkin klasifikasi kita sebentar lagi menjadi semakin sulit," ujar Irfan.

Ia bahkan menyebut bahwa maskapai Garuda Indonesia dapat bernasib sama dengan maskapai lain di dunia yang satu per satu mulai bangkrut.

"Bapak, Ibu mengetahui juga banyak maskapai yang sudah menyatakan kebangkrutan, di dekat kita ada Thai Airways, jadi tidak usah terlalu kaget kalau dalam waktu dekat ada maskapai di Indonesia yang tidak tahan lagi," Irfan menjelaskan.

Sebelumnya pada awal Juni 2020, Garuda Indonesia telah melakukan pemutusan atau percepatan masa kontrak pada 135 pilot. Saat itu, Staf Menteri BUMN, Arya Sinulingga menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan semata-mata demi mempertahankan industri penerbangan Indonesia yang terpuruk akibat pandemi COVID-19.

Tak sampai di situ, langkah mempertahankan bisnis maskapai pelat merah itu juga dilakukan dengan menawarkan pensiun dini bagi karyawannya. Irfan Setiaputra menegaskan bahwa tawaran pensiun dini ini bersifat sukarela. Jadi, bagi mereka yang ingin bertahan tetap dipersilakan.

"Kami memberikan kesempatan kepada teman-teman yang misalnya sudah lama sekali kerja di sini, ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan misalnya ingin beristirahat lebih dini, kita perkenankan untuk mengambil pensiun dini. Tapi ini sifatnya semuanya sukarela, jadi tidak ada paksaan. Kalau Anda tidak bersedia, masih ingin terus silakan," kata Irfan sebagaimana diwartakan CNBC.



Simak Video "Logo RANS Terpampang di Pesawat Garuda, Kerjasamakah?"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA