Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 13 Jul 2020 09:17 WIB

TRAVEL NEWS

Di Balik Senyum Pramugari Kereta Api, Ada Pelatihan dari TNI

Bonauli
detikTravel
Pramugari kereta api
Pramugari kereta api jarak jauh (Bonauli/detikcom)
Jakarta -

Selalu tersenyum, santun, dan anggun adalah sikap yang melekat dari dan pramugari kereta api. Meski begitu, mereka mempunyai mental sekuat baja, apa rahasianya?

detikTravel berkesempatan berbicang secara eksklusif dengan pramugari dan pramugara kereta api jarak jauh. Dalam liputan khusus kali ini, traveler dapat menyimak kisah pramugari dan pramugara kereta api.

Salah satunya, tentang mental kuat seorang prami dan prama (sebutan untuk pramugari-pramugara kereta api). Sebagai gambaran, durasi tugas mereka di atas kereta api bisa saja berlangsung selama 14 jam, juga menghadapi berbagai macam penumpang.

Gina Salsabila, salah seorang prami, menceritakan pengalaman pelatihan mental sebelum resmi bekerja sebagai prami. Mereka digodok di Lembang, Jabar selama sepekan.

"Kami dibekali pelatihan oleh perusahaan kami, salah satunya dengan TNI," ujar Gina.

PT KAI kembali menambah lima perjalanan Kereta Api Jarak Jauh di Area Daop 1 Jakarta. Kereta itu akan berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.Prami saat bertugas Foto: Rifkianto Nugroho

"Selama seminggu kami dididik oleh TNI," dia menambahkan.

Berlatih di bawah pengawasan TNI membuat pramugara dan pramugari kereta api harus menelan pelatihan semi militer. Tak cuma kena omelan, calon prami dan prama yang tidak disiplin juga akan kena hukum.

"Kalau perempuan disuruh jalan jongkok keliling lapangan, laki-laki push up," dia menjelaskan.

Selain pelatihan mental, prama dan prami juga dibekali dengan kemampuan medis, utamanya pada pertolongan pertama. Mereka dituntut untuk bisa mengobati luka bakar, patah tulang hingga persalinan.

Sudah hampir setahun Gina bekerja sebagai prami. Pelatihan yang diberikan oleh perusahaan PT Reska Multi Usaha sangat membantunya dalam menangani penumpang.

"Pernah satu waktu ada seorang bapak mau naik kereta luxury. Nah, gerbong keretanya memang hanya ada satu dan berada di rangkaian paling belakang," kata Gina.

Sambil membawa koper yang cukup berat, pria tersebut berjalan ke gerbong ujung dengan tergopoh-gopoh. Melihat ini, Gina langsung membantunya membawa barang hingga sampai ke tempat duduk.

"Bapak tersebut ngomel terus karena gerbongnya ada di rangkaian akhir. Tapi, sebagai prami kami dituntut untuk selalu tersenyum dan bersikap sopan," Gina mengisahkan.

Sikap lembut Gina berbuah manis. Setelah selesai ngomel, penumpang pria tersebut bersikap ramah padanya. Bahkan, Gina ditawari bekal miliknya.

Pramugari kereta apiPramugari kereta api Foto: (Bonauli/detikcom)

Pengetahuan medis pun diuji saat seorang anak tersiram air panas. Gina mengatakan bahwa kasus seperti ini adalah hal yang paling sering ditemui oleh prama dan prami.

"Waktu itu ada anak kecil ketumpahan air panas dari tangan ibunya. Saya langsung mengobati anak tersebut dengan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang tersedia dan si anak diturunkan di stasiun selanjutnya untuk mendapat perawatan," ujar dia.

Di balik keanggunan prami ternyata ada sosok tangguh yang jarang terlihat oleh penumpang. Berkat didikan TNI jugalah, prami dan prama bisa bermental kuat menghadapi berbagai macam situasi.

detikTravel bakal mengisahkan seluk-beluk pramugari-pramugara kereta api, tunggu kelanjutan kisah mereka, ya!



Simak Video "Eksklusif! Di Balik Perjalanan 14 Jam Pramugara-Pramugari Kereta Api"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA