Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 24 Jul 2020 07:48 WIB

TRAVEL NEWS

Turis Ngamuk Bikin Pemilik Kedai Teh Harus Sembunyi di Dapur

Putu Intan
detikTravel
London, UK - 21 May, 2019: color image depicting people sitting at tables, eating and drinking outside a posh cake shop/cafe in the Belgravia area of London, UK. The exterior of the shop is decorated with beautiful garlands of fresh flowers. It is a beautiful day with bright blue sky. Room for copy space.
Ilustrasi kedai teh di Inggris. (Foto: Getty Images/coldsnowstorm)
Wales -

Seorang chef sekaligus pemilik kedai teh asal Inggris harus bersembunyi dari turis nekat yang mengamuk. Sampai-sampai dia mengunci diri di dalam dapur.

Dilansir dari Daily Star, Jumat (24/7/2020), chef sekaligus pemilik kedai teh bernama Richard Holt menjadi viral setelah ia nyaris jadi korban amukan pelanggannya. Kisah itu bermula ketika ia menutup kedai tehnya karena pandemi virus Corona.

Akan tetapi, seorang turis, yang merupakan seorang pria muda, menolak kenyataan tersebut. Ia pun marah dan mengancam keselamatan Richard pada Sabtu (18/7).

"Pria ini datang memanjat pagar kami bersama putranya, jadi saya menjulurkan kepala ke luar jendela dapur kedai saya, tempat saya sedang menyiapkan sesuatu untuk serial TV saya. Dan berkata dengan sopan,'maaf Tuan, kami sudah tutup," Richard bercerita.

Richard kemudian melihat pria itu masih memanjat dan akhirnya ia keluar kedai dan sekali lagi memberitahu pria tersebut.

"Maaf, saya kira Anda tidak mendengar saya dengan jelas, kami tidak buka untuk umum saat ini,"ujarnya.

Sayangnya, perkataan itu justru membuat si turis geram. Turis nekat itu malah naik pitam.

"Pada saat itu, dia kehilangan kesabaran dan mulai meneriaki ini pelecehan, mengatakan betapa tidak sopannya saya, dan dia tidak peduli bahwa ia sedang berada di properti pribadi orang lain," ujar Richard.

"Saya mencoba berdebat dengannya dan menjelaskan bahwa keluarga saya biasanya bekerja di sini dan kami meluangkan waktu menyemprotkan bahan kimia berbahaya pada bakteri, jadi saya khawatir pada putranya yang masih kecil," kata Richard.

Namun pria ini tetap tidak peduli dan justru kelakuannya makin menjadi-jadi. "Dia mulai berteriak lebih kencang dan mendekati saya dengan agresif, sambil memaki-maki saya di dekat putranya," Richard bercerita.

Kedai teh milik Richard ini sudah ditutup sejak Maret. Sampai saat ini ia masih belum ingin membukanya mengingat bahaya pandemi Corona masih mengintai.

Sayangnya, penjelasan itu tetap saja tak meredakan emosi turis. Turis ini malah mengatakan ia rasis sambil mengepalkan tangannya.

"Tidak ada orang lain di sekitar kami dan dia juga jauh lebih besar dari saya. Dengan pemikiran ini, saya pikir saya harus mundur. Saya mengunci diri di dapur saya sendiri, yang terasa agak tidak manusiawi, dan menyaksikannya kembali ke mobilnya."

"Dia meletakkan putranya di kursi belakang. Saya pikir itu sudah berakhir, tetapi dia, turis nekat itu, kemudian kembali ke kedai saya sendirian. Saya pikir dia mungkin termotivasi untuk melakukan beberapa pengrusakan, jadi pada titik ini saya menelepon polisi," ia melanjutkan.

Melihat Richard menelepon, istri dari pria itu yang berada di dalam mobil langsung menyusulnya dan mereka pun pergi. Sesampainya polisi ke lokasi, Richard memutuskan untuk tidak jadi melaporkan kejadian yang ia alami.

"Setelah kejadian ini saya akan melihat kebijakan kedai kami saat ini dan memikirkan keselamatan fisik dari karyawan dan keluarga saya," ujar dia.



Simak Video "Nikmatnya Menyeduh Teh, Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA