Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 26 Jul 2020 16:10 WIB

TRAVEL NEWS

Di Tengah Pandemi, Masinis KAI Kembali Belajar Lagi

Bonauli
detikTravel
Masinis KAI
Masinis KAI (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Rasanya efek pandemi masih terus dirasakan oleh banyak orang. Para masinis kereta api salah satu di antaranya.

Kemarin detikTravel membahas segala hal tentang paramugara-pramugari KA. Kali ini giliran masinis yang akan dikupas tuntas.

detikTravel ingin traveler mengenal profesi ini dengan lebih baik. Apalagi sekarang kondisi pariwisata sedikit berbeda di tengah COVID-19.

Masinis jadi salah satu dari sekian banyak profesi yang terkena dampak dari pandemi. Mereka harus pasrah untuk 'diliburkan' karena adanya pembatalan perjalanan.

"Daop Lokomotif Tanah Abang punya 10 perjalanan kereta api penumpang. Semua dibatalkan karena pandemi," ujar Widi, seorang Masinis Muda di Daop Lokomotif Tanah Abang.

Masinis KAIWidi, Masinis KAI (Agung Pambudhy/detikcom)

Meski tak mengantar penumpang, Widi tetap produktif dengan perjalanan kereta api barang. Karena pengiriman logistik antar daerah tetap berjalan seperti biasa.

Kesibukan masinis di masa pandemi

Perjalanan kereta api barang tak sebanyak kereta penumpang. Selama sebulan ini saja, Widi hanya melakukan 2 kali perjalanan ke Cirebon. Lantas, selebihnya apa yang dikerjakan masinis?

"Selama pandemi, masinis diberi tugas oleh instruktur untuk merangkum berbagai regulasi dan keselamatan kerja," ceritanya.

Sambil sesekali tersenyum Widi bercerita, bahwa masinis bukanlah profesi yang mudah. Masinis tak hanya sekadar menarik tuas agar kereta berjalan.

Selama perjalanan, masinis harus tetap fokus pada rambu-rambu yang ada di sepanjang lintasan. Belum lagi ada ujian sertifikasi untuk kenaikan tingkat tiap tahunnya.

"Jadi selama di rumah, kami para masinis diminta untuk merangkum pelajaran dan regulasi yang sudah dipelajari. Jadi biar enggak lupa," sambungnya.

Gaya merangkum para masinis pun mirip anak sekolah. Mereka akan diberikan satu topik dan harus dikumpulkan kepada instruktur dalam bentuk tulisan tangan.

"Kalau lewat komputer nanti enggak ketahuan dong kalau jiplak," jawab Widi sambil bercanda.

Untuk urusan gaji, masinis kereta api masih menerima gaji pokok. Namun tunjangan berupa premi kedinasan yang diberikan untuk tiap perjalanan harus ditiadakan. Kalau mau jujur-jujuran, nominalnya lumayan sebagai tambahan.

"Bedanya sekarang kami ke kantor dan belajar lagi. Seperti mau sertifikasi saja," ungkap Widi.



Simak Video "Petani Difabel Paruh Baya Tewas Tertabrak di Barru"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA