Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Jul 2020 16:04 WIB

TRAVEL NEWS

Kenapa Masinis Kereta Harus Laki-laki?

Bonauli
detikTravel
Masinis harus bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Yuk lihat cara kerja masinis di tengah pancemi COVID-19.
Masinis dan asisten masinis di kabin lokomotif (Agung Pambudhy)
Jakarta -

Masinis kereta api haruslah pria. Ada alasan mengapa profesi ini lebih mengutamakan laki-laki dari perempuan. Sebutan masinis pertama kali diperkenalkan oleh orang Belanda. Awalnya adalah Machinist atau juru mesin, kemudian diserap menjadi masinis.

Sejak dulu profesi masinis diberikan untuk pria. Beban kerja yang berat menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan mengapa profesi ini cocok untuk pria.

Zaman semakin maju, para wanita pun ikut andil dalam berbagai profesi termasuk masinis KRL. Namun untuk masinis lokomotif tetap dikhususkan untuk pria.

Masinis harus bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Yuk lihat cara kerja masinis di tengah pancemi COVID-19.Masinis di Dipo Lokomotif Tanah Abang. Foto: Agung Pambudhy

Fokus yang tinggi dan taktis perjalanan menjadi bekal saat masinis bekerja. Selama berada di kabin lokomotif, masinis dan asisten masinis harus bekerja sama untuk menjalankan tugas masing-masing.

"Itu juga berkaitan dengan kebijakan perusahaan bahwa sampai saat ini persyaratan masinis hanya untuk pria," ujar Septian Widi Subekti, soerang Masinis Muda di Dipo Lokomotif Tanah Abang.

Bukan, ini bukan diskriminatif. Masinis lokomotif tak hanya membawa penumpang saja, tapi juga barang.

Masinis harus bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19. Yuk lihat cara kerja masinis di tengah pancemi COVID-19.Tangga naik ke lokomotif. Foto: Agung Pambudhy

Belum lagi pengecekan lokomotif. Jika sedang bertugas membawa lokomotif barang, masinis harus merangkap pekerjaan sebagai kondektur sampai teknisi.

"Apalagi kalau ke area pegunungan seperti Sukabumi, kereta api menjadi semakin berat untuk dibawa," ungkap Widi.

Menjadi kepala rangkaian, kabin lokomotif bising dengan suara mesin. Naik ke lokomotifnya saja harus manjat tangga. Tangga kecil di samping lokomotif dibuat sangat ramping dan memang hanya untuk masinis.

"Tanggung jawab, taktis perjalanan dan pengambilan keputusan secara tepat dan cepat dalam menghadapi situasi darurat menjadi bagian dari masinis," sambungnya. "Tapi tidak menutup kemungkinan ke depannya akan ada profesi masinis untuk wanita," pungkasnya.



Simak Video "Ini Perbedaan Masinis KA Lokomotif dan KRL"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA