Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 18 Agu 2020 18:05 WIB

TRAVEL NEWS

Boeing Kembali Tawarkan PHK kepada Karyawan

Femi Diah
detikTravel
Pesawat Boeing 747 milik Qantas Airways resmi dipensiunkan. Pesawat jumbo jet itu diketahui telah terbang bersama maskapai  Australia ini selama 49 tahun.
Ilustrasi Boeing (Getty Images)
Seattle -

Boeing kembali melakukan paket pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya. Finansial produsen pesawat asal Amerika itu betul-betul babak belur dihantam virus Corona.

Boeing telah melakukan PHK tahap pertama dengan memangkas 10 persen karyawan atau sekitar 16 ribu orang pada 30 April. Selain itu, Boeing menawarkan kepada karyawannya untuk mundur secara sukarela.

Saat itu, manajemen telah menyebut Boeing bakal melakukannya secara bertahap hingga akhir 2020. Semua itu dampak dari virus Corona yang membuat aktivitas penerbangan dunia anjlok hingga 90 persen. Permintaan pesawat pun turun drastis.

Pengumuman kepada karyawan untuk mundur secara sukarela dari perusahaan pada tahap kedua itu dilakukan oleh Chief Executive Officer Boeing, Dave Calhoun, lewat catatan kepada karyawan dan dikutip Reuters.

"Sayangnya, PHK adalah langkah yang sulit tetapi perlu untuk menyelaraskan dengan realitas baru kami, menjaga likuiditas, dan memposisikan diri kami untuk akhirnya kembali ke pertumbuhan," kata Calhoun dalam catatan itu.

"Kami mengantisipasi prediksi pasar yang jauh lebih kecil hingga tiga tahun ke depan." tambahnya.

Krisis kesehatan, yang telah menghantam produsen pesawat, maskapai penerbangan, dan pemasok telah menambah kesengsaraan Boeing. Ya, Boeing belum pulih betul setelah bergulat dengan pembekuan produksi dan penghentian selama setahun dari 737 MAX setelah dua kecelakaan fatal.

Saat ini, Boeing bahkan tidak memiliki target khusus. Manajemen mendorong semua karyawan yang memenuhi syarat dan tertarik dengan paket pemberhentian sukarela untuk mengajukan diri.

Boeing belum mengungkapkan detail tawaran PHK itu. Mereka bakal mengungkapkan lebih mendalam mulai 24 Agustus, menurut catatan CEO itu.

(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA