Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Agu 2020 11:15 WIB

TRAVEL NEWS

Resor Nudis di Kota Telanjang Diserang Corona, 150 Turis Terinfeksi

Putu Intan
detikTravel
resor kaum nudis di Prancis
Cap d'Agde Naturist Village (Foto: CNN)
Occitanie -

Resor kaum nudis terbesar di dunia menjadi pusat penyebaran baru virus Corona. Nyaris 150 turis positif Corona setelah liburan di sana.

Dilansir dari CNN, Selasa (25/8/2020) resor terbesar untuk komunitas telanjang itu bernama Cap d'Agde Naturist Village. Lokasinya di lepas pantai Mediterania wilayah Occitanie, Prancis.

Otoritas kesehatan lokal menyatakan sebanyak 95 turis dari kaum nudis yang tinggal di sana positif Corona. Sementara itu, 50 orang lainnya dinyatakan positif Corona setelah mereka pulang ke rumah.

Otoritas Kesehatan Wilayah Occitanie melakukan pemeriksaan selama tiga hari di Cap d'Agde. Pemeriksaan pada dua hari pertama dilakukan pada 490 turis. Dari pemeriksaan itu 95 dinyatakan positif Corona sedangkan 310 lainnya masih dianalisis.

Cap d'Agde yang lebih dikenal sebagai Kota Telanjang (Naked City) itu merupakan resor pantai terbesar di dunia yang mengizinkan pengunjungnya untuk tak mengenakan pakaian. Tempat ini amat digemari kaum nudis. Biasanya sebanyak 40.000 turis datang ke sana saat musim liburan sebelum pandemi Corona.

Resor ini menyediakan fasilitas berupa restoran, toko, kantor pos, bank, perahu layar, dan tentunya pantai yang indah. Turis bebas untuk bertelanjang bulat di mana pun mereka mau.

Kondisi telanjang ini juga menjadi kewajiban bagi turis yang tidak menginap di resor tersebut. Mereka dapat menginap di hotel, perkemahan, atau unit sewa di sekitar resor.

Selama pandemi Corona masih menjangkiti dunia, kaum nudis dikhawatirkan rawan terinfeksi virus ini. Pada akhir Maret, polisi di Republik Ceko memperingatkan kaum nudis yang tak mengenakan masker saat liburan di Lazne Bohdanec di timur Praha.

"Sayangnya, banyak masyarakat yang berjemur dalam kelompok besar dan beberapa dari mereka tak mengenakan masker," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

"Sejak kedatangan kepolisian, mereka setuju untuk menaati aturan pemerintah (wajib menggunakan pelindung wajah di luar rumah)," ia melanjutkan.

"Masyarakat diizinkan untuk tak berpakaian di lokasi tertentu, tapi mereka tetap harus menutup hidung dan mulutnya, dan berkumpul dalam jumlah tertentu," kata dia.



Simak Video "Ribuan Orang Demo di Paris Kecam Pemenggalan Guru di Prancis"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA