Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 07 Sep 2020 10:30 WIB

TRAVEL NEWS

Mau Kenal Budaya Indonesia? Yuk, Kunjungi 4 Desa Wisata Ini

Faidah Umu Sofuroh
detikTravel
Desa Wisata Panglipuran Bali
Foto: shutterstock-Potret keelokan Desa Wisata Penglipuran Bali
Jakarta -

Indonesia tak hanya terkenal karena keelokan alamnya, tapi juga karena kekayaan budaya serta kearifan lokal masyarakatnya. Memiliki jutaan pesona alam dan budaya, tak heran jika banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang tertarik menelusuri jengkal demi jengkal keindahan Bumi Pertiwi ini.

Mengenal Indonesia tak bisa hanya datang ke satu tempat saja. Sebab, Indonesia dengan ribuan pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke ini terlalu sempit jika hanya dikenali hanya lewat satu kota tertentu.

Jika ingin mengenal lebih dalam budaya Indonesia, kamu bisa mulai berjalan dari desa ke desa. Saat ini sudah banyak desa wisata yang ada #DiIndonesiaAja. Desa wisata itu tak hanya memperlihatkan panorama alam yang mempesona tapi juga menawarkan pengalaman baru bagi para pengunjungnya.

Dengan berkunjung ke desa wisata, wisatawan bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat yang ada di sana, mengenal budaya, adat serta kebiasaan-kebiasaan unik yang mungkin tak bisa ditemui di tempat lain.

Itulah alasan mengunjungi desa wisata bisa sekaligus mengenal lebih dalam budaya Indonesia. Nah, buat kamu yang mau kenal lebih dekat dengan budaya Nusantara, kamu bisa kunjungi 4 desa wisata ini yang detikTravel rangkum dari berbagai sumber.

Desa Penglipuran Bali

Desa Wisata Panglipuran BaliDesa Penglipuran Bali merupakan salah satu desa terbersih di dunia. Foto: shutterstock

Desa Penglipuran merupakan salah satu desa wisata Bali yang dinobatkan menjadi desa terbersih di dunia. Desa adat ini terletak di Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli di kaki Gunung Batur. Memiliki luas kurang lebih 112 hektare, rumah-rumah adat yang ada di Penglipuran tertata dengan begitu rapi. Desa ini juga terkenal karena menampilkan budaya Bali dengan berbagai bangunan, kerajinan dan makanan tradisional.

Saat ini Desa Penglipuran tengah berbenah dan mempersiapkan diri untuk membuka kembali tempat wisata ini di era pandemi. Adapun hal-hal yang disiapkan berupa fasilitas, peraturan dan protokol kesehatan.

Pengunjung nantinya akan dicek suhu tubuhnya dan disemprot disinfektan sebelum memasuki area wisata Bali ini. Selain itu, petugas juga akan mengatur jarak aman antara satu pengunjung dengan pengunjung yang lain baik di loket tiket maupun di area desa.

Kemudian, fasilitas-fasilitas pendukung seperti hand sanitizer hingga tempat isolasi juga dipersiapkan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Desa Penglipuran ini akan mulai dibuka kembali pada awal September 2020 mengikuti keputusan pemerintah yang sudah membuka Bali untuk para wisatawan domestik.

Desa Cibuntu Kuningan

Gunung CeremaiGunung Ceremai- Panorama alam dengan lukisan Gunung Ciremai merupakan keunggulan Desa Wisata Cibuntu. Foto: detikcom

Berada di kaki Gunung Ciremai, Desa Cibuntu, Kuningan menawarkan panorama alam yang indah dan memukau. Desa Wisata Cibuntu memiliki berbagai destinasi mulai dari camping ground, kampung domba, mata air, hingga situs kuno.

Tak hanya itu, desa yang dinobatkan sebagai desa wisata Community Based of Tourism (CBT) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2017 silam ini juga sarat akan budaya. Masyarakatnya pun sangat menjunjung tinggi kelestarian alamnya.

Di era adaptasi kebiasaan baru ini, Desa Wisata Cibuntu menyatakan siap menyambut para wisatawan. Para wisatawan akan diarahkan untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak saat berada di desa wisata ini.

Selain itu, masyarakat yang mengelola Desa Wisata Cibuntu ini juga akan menyediakan fasilitas-fasilitas pendukung protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan. Hal itu dilakukan agar bisa meminimalisir risiko penularan COVID-19, meskipun desa wisata ini merupakan kawasan luar ruang yang memiliki risiko penyebaran COVID-19 yang rendah.

Desa Sembalun Lombok

Danau Segara AnakDanau Segara Anak di puncak gunung Rinjani merupakan magnet dari wisata yang ada di Sembalun. Foto: shutterstock

Siapa yang tak kenal Desa Sembalun? Salah satu desa wisata Lombok Timur ini sangat terkenal akan keelokan alam perbukitan dan Gunung Rinjani yang megah. Sembalun juga memiliki desa adat yaitu Desa Belik yang khas dengan rumah adat suku Sasaknya.

Sembalun merupakan gerbang utama pendakian Gunung Rinjani, salah satu gunung berapi tertinggi di Indonesia. Dengan pesona Segara Anak yang sangat elok, Gunung Rinjani tampaknya tidak bisa sepi dari pengunjung.

Namun, di masa pandemi ini Gunung Rinjani yang menjadi magnet wisata di Desa Sembalun harus sedikit berbenah. Berdasarkan unggahan resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, pendakian sudah mulai dibuka sejak 22 Agustus 2020 namun masih membatasi pengunjung yang datang.

Kuota pengunjung yang diperbolehkan naik saat ini hanya 30% dari jumlah normal. Selain Gunung Rinjani, seluruh pelaku wisata di Desa Sembalun juga sangat ketat menerapkan protokol kesehatan. Di pintu masuk Pusuk Sembalun, misalnya, pengunjung akan dicek suhu terlebih dahulu dan diatur jarak antara satu orang dengan yang lainnya.

Desa Kembang Kuning Lombok

Kopi di Desa Kembang Kuning Wisata proses pembuatan kopi merupakan salah satu kreasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Desa Kembang Kuning. Foto: detikcom

Masih di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat, ada satu lagi desa wisata Lombok yang patut dikunjungi. Di desa ini wisatawan tak hanya disuguhkan pemandangan alam yang begitu indah berupa lukisan Gunung Rinjani, melainkan juga air terjun hingga sawah-sawah yang hijau membentang.

Masyarakat Desa Kembang Kuning memiliki konsep unik untuk memikat para wisatawan. Mereka menawarkan paket wisata yang memberikan pengalaman kepada para pengunjungnya. Seperti wisata pembuatan kopi dan pembuatan minyak kelapa.

Sejak menerapkan wisata kreatif itu, banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi Kembang Kuning. Tak heran jika Kembang Kuning pernah menjuarai lomba desa wisata tingkat nasional kategori desa berkembang beberapa waktu lalu.

Bahkan di era pandemi seperti ini pun, Desa Kembang Kuning tak menyerah pada keadaan. Desa ini kini menjadi kawasan wajib masker. Tempat cuci tangan pun sangat mudah ditemukan. Tak hanya itu, Desa Kembang Kuning juga menjadi tempat percontohan tentang manajemen homestay oleh Kabupaten Lombok Utara.

Itu dia 4 desa wisata yang bisa kamu kunjungi untuk mengenal lebih dalam tentang budaya Indonesia. Selain mengenal budaya, mengunjungi desa wisata juga merupakan bentuk responsible travel.

Responsible travel merupakan bentuk wisata yang menekankan pada tanggung jawab terhadap keberlangsungan alam maupun komunitas lokal.

Menyusuri desa, melihat keindahan alamnya, mendalami kearifan lokal masyarakatnya, membuat pengunjung menjadi lebih paham bahwa ada masyarakat yang menjunjung tinggi adat dan kebersihan seperti desa-desa tersebut.

Buat kamu yang mau coba asyiknya menjalani responsible travel, tak perlu jauh-jauh ke luar negeri, cukup #DiIndonesiaAja pesona alam budaya hingga adat-istiadatnya tak pernah habis untuk dijelajahi. Jadi, mau ke desa mana kamu liburan tahun ini?



Simak Video "Celebrity on Vacation: Sensasi Mandiin Gajah di Badung Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA