Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 15 Sep 2020 15:17 WIB

TRAVEL NEWS

Pusing Melihat Bangunan Tinggi, Ini Alasannya

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
gedung pencakar langit, pohon, dan deret kursi
Gedung pencakar langit (Foto: CNN)
Jakarta -

Ada beberapa orang yang tak suka atau bahkan kesulitan melihat jejeran gedung pencakar langit dari dekat. Jika melakukannya, mereka bisa terkena sakit kepala atau pusing, kok bisa?

Kenapa demikian? Melansir pemberitaan CNN, selama puluhan ribu tahun, otak manusia berevolusi untuk memproses pemandangan alam. Tapi, perkotaan memaksa otak untuk beradaptasi dengan pola pengulangan.

Matematikawan Jean-Baptiste Joseph Fourier menunjukkan bahwa kita dapat memroses pemandangan terdiri dari pola bergaris, ukuran, orientasi dan posisi yang berbeda, semuanya menjadi satu. Pola-pola ini disebut komponen Fourier.

Di alam, secara umum komponen dengan frekuensi spasial rendah (strip besar) memiliki kontras yang tinggi. Komponen dengan frekuensi tinggi (strip kecil) memiliki kontras yang lebih rendah.

Kita dapat menyebut hubungan sederhana antara frekuensi spasial dan kontras ini sebagai aturan alam. Sederhananya, pemandangan alam memiliki garis-garis yang cenderung meniadakan satu sama lain, sehingga jika digabung bersama tidak akan ada garis yang muncul pada gambar.

gedung pencakar langit, pohon, dan deret kursiGedung pencakar langit dan pohon (Foto: CNN)

Namun tidak demikian halnya dengan pemandangan dari lanskap perkotaan, terdiri dari gedung pencakar langit. Pemandangan perkotaan melanggar aturan alam, gedung pencakar langit cenderung menampilkan pola berulang yang teratur, diaplikasikan pada desain jendela, tangga, dan pagar. Pola biasa semacam ini jarang ditemukan di alam.

gedung pencakar langit, pohon, dan deret kursiDeret kursi dan meja (Foto: CNN)

Karena pola pengulangan arsitektur perkotaan melanggar aturan alam maka otak manusia lebih sulit untuk memprosesnya secara efisien. Dan karena lanskap perkotaan tidak mudah diolah, sehingga kurang nyaman untuk dilihat.

Beberapa pola, seperti garis-garis pada keset pintu, karpet, dan tapak tangga eskalator dapat memicu sakit kepala dan bahkan serangan epilepsi.

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa otak kita menggunakan lebih banyak oksigen saat kita melihat pemandangan yang menyimpang dari aturan, yakni gedung pencakar langit. Karena, sakit kepala atau saat pusing cenderung berkaitan dengan penggunaan oksigen berlebih.



Simak Video "Mie Rebus Kuah Kental Medan"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA