Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 18 Sep 2020 19:42 WIB

TRAVEL NEWS

Hiking Sentul Upaya Warga Cari Penghasilan Setelah Kehilangan Sawah

Femi Diah
detikTravel
hiking di Sentul
Wisata hiking di Sentul berkah buat warga Karangtengah (Grandyos Zafna/detikFOTO)
Sentul -

Hiking di Sentul muncul dari keresahan warga Karangtengah yang kehilangan mata pencarian. Kini lewat wisata alam terbuka, mereka mendapatkan mata pencaharian baru.

Siapa menyangka pandemi virus Corona membuka pintu rejeki bagi warga Sentul, Bogor, Jawa Barat. Khususnya, bagi warga Karangtengah di Babagan Madang.

Sekitar 30 warga yang tergabung dalam Jakarta Treking Sentul kebanjiran pelancong sepanjang pekan saat PSBB Jakarta dilonggarkan. Traveler juga belum berani pergi jauh dari Jakarta pun memilih Sentul untuk plesiran.

"Mayoritas ingin wisata di alam bebas. Mereka yang datang tidak menyangka bisa melakukan treking di sini," kata Robi Darmawan, pendiri Jakarta Treking Sentul, dalam perbincangan dengan detikTravel.

Saat PSBB dilonggarkan, boleh dibilang Robi tak pernah sepi job. Tapi, dia juga tidak terlalu terkejut dengan situasi itu. Sebab, selama dua tahun terakhir operator yang dipimpinnya telah mendidik sekitar 30 penduduk lokal untuk menjadi guide.

Robi Darmawan founder Jakarta Treking SentulRobi Darmawan founder Jakarta Treking Sentul (dok. pribadi)

Ya, Robi yang akamsi alias anak kampung sini di Karangtengah mengajak sejumlah warga di kampung-kampung di Karangtengah untuk menjadi guide wisata di Sentul.

Ide itu memang sudah lama, mulai 2012. Robi memilih pulang ke Sentul setelah menjadi guide di salah satu operator wisata alam. Dia kerap mendampingi turis di sejumlah kota lain, di antaranya Manado, kota-kota di Jatim dan Jateng, juga Bali.

"Nah, saat di Bali itu saya mendapatkan banyak pelajaran dan saya terapkan di kampung saya ini, di Karangtengah," kata Robi.

Waktu itu, Robi mengajak salah satu rekan di kampungnya untuk Jakarta Treking Sentul. Dia sama sekali tak melakukan promosi, cuma mengandalkan pelancong yang pernah bekerja sama dengannya saat masih menjadi guide.

"Itu seperti pekerjaan sampingan, bahkan belum tentu ada yang datang sepekan sekali hehehe," kata Robi.

[Gambas:Instagram]



"Padahal saya menilai, Sentul memiliki trek yang pas buat hiking. Tapi mungkin memang tak banyak yang menyadari hehehe," dia menambahkan.

Kendati sepi pelancong, Robi bertahan. Dia tetap menjalani mata pencaharian utamanya sebagai petani. Dia menganggap kedatangan traveler setidaknya menjadi cara dia untuk meluapkan kerinduan kepada profesi lamanya.

Nah, dua tahun lalu, sekitar tahun 2018, sebuah perubahan besar dialami warga kampungnya. Mereka yang menjadi petani harus kehilangan tanah garapan. Karena memang bukan sawah milik sendiri, sawah itu milik PT Sentul dan Perhutani yang dipinjamkan kepada warga Karangtengah, mereka tak bisa berbuat banyak.

Robi melihatnya sebagai peluang untuk mengajak warga sekitar untuk mengembangkan wisata. dia menyadari betul tetangganya sulit untuk mencari pekerjaan lain karena mayoritas, hampir 80 persen, cuma lulus Sekolah Dasar.

Selama dua tahun itu, mereka mulai mempromosikan jalur hiking di Sentul melalui Instagram. Sejak itu, boleh dibilang turis yang datang mulai bertambah. Setidaknya, Robi bisa mendidik 30 guide untuk mendampingi pelancong untuk hiking di Sentul.

Rejeki makin mengalir justru saat pandemi virus Corona. Cukup banyak traveler dari DKI Jakarta yang mencari kegiatan alam bebas saat PSBB dilonggarkan.

Curug-curug di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat sedang menjadi primadona traveler. Hiking di Sentul itu justru naik daun saat pandemi virus Corona.Hiking di Sentul menjadi primadona saat pandemi virus Corona. Foto: Grandyos Zafna

"Dan sekarang, gila, saya enggak pernah membayangkan akan ada puluhan bahkan ratusan pelancong yang datang untuk hiking di Sentul," kata Robi.

"Sekarang weekend atau weekdays selalu ada pelancong yang mau hiking. Bahkan, saya membatasi tidak menerima tamu pada hari Jumat, kecuali mereka bersedia untuk hiking setengah hari," ujar dia.

Selama pandemi virus Corona Jakarta Treking Sentul cuma melayani trip privat. "Rute Cigobang dan rock garden menjadi favorit saat ini. Finisnya bisa di Curug Leuwi Asih," ujar Robi.

Untuk sekali trip, Jakarta Treking Sentul mematok harga Rp 150 ribu per orang. uang itu sebagai pengganti biaya guide, parkir, dan tiket masuk ke kawasan wisata.

[Gambas:Instagram]



Sekitar tiga sampai empat orang bakal didampingi satu guide. Makanya, satu kelompok hiking di Sentul bisa mendapatkan pendampingan lebih dari satu guide sesuai dengan jumlah peserta.

"Kami juga melihat ada lansia dan balita atau tidak. Kalau ada akan kami tambah guide-nya," dia menambahkan.

Robi membangun operator itu bukan cuma untuk para guide, namun dia dan guide di bawah naungan Jakarta Treking Sentul untuk menyisihkan sebagian pendapatan untuk membangun desa.

"Kami harus andil dalam pengerasan jalan, juga renovasi madrasah," kata Robi.

Curug-curug di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat sedang menjadi primadona traveler. Hiking di Sentul itu justru naik daun saat pandemi virus Corona.Hiking di Sentul naik daun saat pandemi virus Corona. Foto: Grandyos Zafna

Robi bersyukur saat ini warga yang beralih menjadi guide bisa mendapatkan penghasilan minimal sesuai dengan UMR Bogor.

Kini, Robi sedang mengupayakan untuk membangun pusat pengelolaan sampah desa. Dia tengah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya agar sampah, baik dari warga ataupun wisatawan, tidak menumpuk.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT