Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Sep 2020 17:11 WIB

TRAVEL NEWS

Salah Kaprah Soal Viking

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Viking
Viking adalah bajak laut (Foto: CNN)
Jakarta -

Apa yang traveler tahu soal Viking? Mungkin pengetahuan itu masih salah.

Diberitakan CNN, Viking tidak selalu berambut pirang atau dari ras Skandinavia. Para prajurit Skandinavia dikenal berambut pirang dan menjarah sepanjang perjalanan mereka mengelilingi Eropa.

Namun, penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa apa yang traveler ketahui bisa sepenuhnya salah. Dalam studi terbesar yang diterbitkan dalam jurnal Nature Wednesday, para peneliti menemukan bahwa banyak prajurit Viking sebenarnya memiliki rambut cokelat dan mereka tidak hanya dari Skandinavia.

Dalam studi yang berlangsung selama enam tahun ini, para arkeolog dan akademisi menggunakan teknologi DNA. Alat ini untuk menganalisis lebih dari 400 kerangka Viking dari berbagai situs, di Skandinavia, Greenland, dan Inggris.

Mereka menemukan bahwa Viking tidak hanya berasal dari Skandinavia. Mereka juga memiliki gen dari Asia dan Eropa Selatan dalam garis keturunan mereka.

Studi yang dilakukan oleh para akademisi di Universitas Cambridge Inggris dan Universitas Kopenhagen Denmark, menemukan bahwa situs pemakaman Viking di Skotlandia berisi orang-orang lokal yang mungkin telah mengambil identitas sebagai Viking.

Para peneliti mengatakan temuan mereka menghancurkan banyak prasangka seputar Viking. "Hasilnya mengubah persepsi tentang siapa sebenarnya seorang Viking. Buku-buku sejarah perlu diperbarui," kata Eske Willerslev dari St John's College, Cambridge.

"Kami tidak tahu secara genetik seperti apa mereka sebenarnya sampai sekarang," tambah Willerslev.

VikingIlustrasi rupa Viking (Foto: CNN)

Dia mengatakan, penelitian baru ini menghilangkan citra tradisional Viking berambut pirang. Karena, banyak pula yang berambut cokelat dan dipengaruhi oleh masuknya genetika dari luar Skandinavia.

Studi tersebut juga mengungkap perbedaan genetik antara berbagai populasi Viking di Skandinavia. Ini menunjukkan kelompok yang berbeda lebih terisolasi daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dan penelitian itu juga menunjukkan bahwa identitas Viking bukanlah sesuatu yang eksklusif bagi Viking itu sendiri.

Dua kerangka yang ditemukan di Orkney, lepas pantai timur laut Skotlandia, yang memiliki DNA mirip dengan orang Irlandia dan Skotlandia modern, dikuburkan di kuburan bergaya Viking. Ini menunjukkan bahwa mereka mungkin menggunakan identitas Viking, kata para peneliti.

VikingKuburan Viking (Foto: CNN)

Kata Viking sendiri berasal dari istilah Skandinavia 'vikingr' yang berarti bajak laut. Zaman Viking mengacu pada periode Abad Pertengahan antara 800 dan 1050-an, para peneliti menjelaskan.

Viking diketahui telah melakukan perjalanan melintasi Eropa dan sekitarnya melalui laut. Banyak dari ekspedisi ini mengakibatkan adanya penyerbuan ke biara, tetapi Viking juga memperdagangkan barang-barang seperti bulu, taring, dan lemak anjing laut.

Peneliti menemukan bahwa para pihak yang suka merampok semua pria ini terdiri dari teman, anggota keluarga, dan tetangga.

Data yang dikumpulkan juga akan berguna dalam studi seleksi alam di masa lalu, menurut penulis utama Fernando Racimo, asisten profesor di Universitas Kopenhagen.

Data ini memungkinkan kita untuk menguraikan bagaimana seleksi terbuka sebelum, selama dan setelah gerakan Viking di seluruh Eropa. Hasil penelitiannya berpotensi untuk mulai menyimpulkan penampilan fisik Viking kuno dan membandingkannya dengan ras Skandinavia saat ini.

Warisan genetik dari Viking masih ada sampai sekarang, kata para peneliti. Diperkirakan 6% orang Inggris dan 10% orang Swedia membawa DNA Viking dalam gen mereka.



Simak Video "Dinyatakan Sehat, Kru-Penumpang Kapal Pesiar Viking Sun Turun"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA