Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Sep 2020 05:01 WIB

TRAVEL NEWS

Cucu Angkat Inggit Garnasih Ungkap Asal-muasal Surat Nikah Sukarno

Yudha Maulana
detikTravel
surat nikah Presiden Soekarno
Foto-foto Presiden Soekarno dan Inggit Ganarsih. (dok. pribadi)
Jakarta -

Tito Asmarahadi mengungkapkan asal-muasal surat nikah Presiden Sukarno dengan Inggit Garnasih serta surat cerainya. Kedua dokumen pribadi itu diamanatkan kepadanya oleh Inggit pada awal tahun 1980-an.

"Sebetulnya itu memang tidak sengaja ditemukan, karena awalnya surat itu dipertanyakan dan diinginkan oleh Haji Mas Agung," ujar Tito saat kepada wartawan di kediamannya, Kamis (24/9/2020).

Tito yang merupakan cucu angkat dari Inggit Garnasih itu awalnya sangsi dengan keberadaan dua dokumen itu. Sampai akhirnya, Inggit Garnasih memberikan amanat kepadanya untuk menyimpan dokumen tersebut pada awal tahun 1980-an.

"Seminggu kemudian Mas Agung datang dan meminta surat itu, tidak saya serahkan karena wanti-wanti dari Bu Inggit menyerahkannya untuk saya yang menyimpan dan merawatnya, itu awalnya.," kata dia.

Tito tak sembarangan menunjukkan dokumen pribadi presiden pertama Indonesia itu, sesekali dokumen itu hanya dipajang dalam pameran untuk menyatakan kebenaran bahwa Sukarno pernah memperistri Inggit Garnasih, yang tak lain ibu kostnya saat menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool te Bandoeng, yang kini merupakan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Dan selain itu juga ada surat perceraian yang ditandatangani oleh Bung Karno dan Bu Inggit, Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan Kiai Haji Mas Mansyur.

Mungkin benda ini adalah benda historis apalagi menyangkut seorang tokoh bangsa, jadi benda ini bukanlah benda negara," katanya.

Isu dijualnya dokumen surat nikah Presiden Sukarno dengan Inggit Garnasih serta surat cerainya itu, ujar Tito, sudah beberapa tahun yang lalu terlontar. Gubernur Jawa Barat periode 1993 - 1998 Nuriana pun pernah meminta dokumen tersebut untuk diselamatkan. Ia pun setuju, namun dengan kompensasi karena Inggit menitipkan wasiat khusus kepadanya jika surat itu terjual.

Namun akhirnya rencana Nuriana itu batal meski sudah memasukkan alokasi belanja dokumen itu ke dalam RAPBD Jabar. Tak berhenti di situ, sejumlah kolektor dari luar negeri pun sempat menawar dengan kompensasi Rp 100 miliar, tetapi ia tolak.

Tito pun mengharapkan itikad baik pemerintah untuk menyelamatkan dokumen tersebut, dan memberikan kompensasi yang sesuai untuk menunaikan wasiat Inggit yaitu mendirikan fasilitas umum seperti rumah sakit bersalin dan sekolah dasar.

"Kita ingin ada kompensasi juga memang ada keinginan atau wasiat dari Bu Inggit buat klinik untuk lahiran dan sekolah dasar, dulu untuk pembuatan rumah sakit bersalin dan sekarang juga ada yayasan untuk mengurusi itu, jadi memang untuk kepentingan masyarakat juga karena memang wasiat dari Bu Inggit," kata Tito.

Saat menikah, Sukarno berusia 13 tahun lebih muda ketimbang Inggit. Waktu itu, Inggit merupakan induk semang atau ibu kos Sukarno selama di Bandung.

Setelah menikah selama 20 tahun, mereka akhirnya bercerai. Yakni, sekitar pertengahan 1943 atau dua tahun sebelum Indonesia merdeka dan Presiden Sukarno menjadi presiden RI. Dalam prosesnya, Sukarno kemudian menikah dengan Fatmawati.

Dokumen penjualan ini sempat membuat heboh jagat media sosial setelah diunggah oleh akun toko online @popstoreindo pada Rabu (23/9). Tapi belakangan, postingan tersebut dihapus dari akun tersebut.



Simak Video "Hari-hari Terakhir Sukarno Jelang Wafat"
[Gambas:Video 20detik]
(yum/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA