Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 29 Sep 2020 20:47 WIB

TRAVEL NEWS

Potensi Tsunami 20 Meter, Turis Pangandaran Lebih Ngeri Sama Corona

Faizal Amiruddin
detikTravel
Perahu nelayan sandar di pantai timur Pangandaran. Cuaca buruk membuat sebagian besar nelayan tak melaut.
Foto: Pangandaran (Faizal Amiruddin/detikcom)
Pangandaran -

Informasi tentang potensi gempa megathrust magnitudo (M) 9,1 yang dapat memicu tsunami hingga 20 meter di selatan Pulau Jawa terus menyebar di kalangan masyarakat Pangandaran. Tak sedikit warga yang mengaku resah dan khawatir akan membuat tingkat kunjungan wisatawan menurun.

Namun demikian, Ketua PHRI Pangandaran Agus Mulyana menegaskan tingkat hunian hotel dan restoran di Pangandaran selama beberapa pekan terakhir ini tidak mengalami penurunan.

Potensi gempa megathrust dengan potensi tsunami dinilai tak terlalu berpengaruh. "Kami sudah melakukan semacam jajak pendapat kepada anggota PHRI di Pangandaran, isu atau hasil penelitian itu tidak berpengaruh. Wisatawan tetap ramai, akhir pekan kemarin pun pengunjung masih banyak," kata Agus, Selasa (29/9/2020).

Menurut Agus kalaupun ada penurunan atau ada wisatawan yang jadwal ulang pemesanan kamar hotel, lebih disebabkan oleh peningkatan kasus Corona di beberapa daerah. "Banyak daerah yang mulai melakukan pembatasan sosial kembali, kan kasus Corona naik lagi," kata Agus.

Didera isu semacam ini, bagi pelaku usaha pariwisata di Pangandaran menurut Agus sudah biasa. "Itu kan baru sebatas potensi dari skenario terburuk, bukan prediksi. Jadi tenang saja yang penting kita waspada. Seperti kita sebagai orang beragama percaya akan datangnya hari kiamat, tanpa tahu kapan akan terjadi," kata Agus.

Pelaksana tugas BPBD Pangandaran Gunarto mengimbau masyarakat jangan mudah terpancing dengan judul beritanya saja tanpa membaca secara keseluruhan. "Informasi harus diterima secara utuh kemudian dipahami. Kata potensi dan prediksi itu beda," kata Gunarto.

Dia berharap masyarakat dan wisatawan tetap tenang dan beraktivitas sebagaimana biasa dan tidak usah khawatir. "Bagi yang sudah mempunyai jadwal tujuan wisata ke Pangandaran, jangan sampai menunda apalagi sampai membatalkan rencana wisata," tambah Gunarto.

Dia menambahkan meskipun kajian ilmiah mampu menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust dan skenario terburuk, akan tetapi hingga saat ini teknologi tersebut belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan dimana gempa akan terjadi. "Meski demikian upaya mitigasi tetap kami lakukan secara berkesinambungan," kata Gunarto.



Simak Video "Usai Gempa M 5,6, Pengunjung di Pantai Pangandaran Masih Ramai"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA