Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 03 Okt 2020 15:02 WIB

TRAVEL NEWS

Arkeolog Temukan Bukti Pembantaian di Zaman Besi Ribuan Tahun Lalu

Arekeolog meneliti kerangka tengkorak ribuan tahun lalu
Foto: (Fernandez-Crespo/Antiquity Publication)
La Hoya -

Sebuah pembantaian besar terjadi pada zaman besi, menyisakan misteri yang belum terpecahkan. Arkeolog pun mencari tahu bagaimana serangan itu terjadi.

Dikutip dari CNN oleh detikcom, arkeolog telah menemukan bukti pembantaian yang terjadi di zaman besi. Berbagai kerangka manusia terpendam dalam ribuan tahun hingga akhirnya dilakukan penggalian.

Kota Kuno La Hoya di Negara Basque Spanyol utara dihancurkan pada serangan kekerasan yang terjadi antara tahun 350 dan 200 SM. Semenjak itu, tak pernah ada penduduk yang menempati La Hoya, para penduduk yang tewas dalam serangan tetap berada di tempatnya.

Arekeolog meneliti kerangka tengkorak ribuan tahun laluArekeolog meneliti kerangka tengkorak ribuan tahun lalu Foto: (Fernandez-Crespo/Antiquity Publication)

Ingin mengetahui serangan tersebut, para peneliti dari Universitas Oxford dan tim Arkeolog Inggris dan Spanyol meneliti 13 kerangka yang ditemukan. Mereka terdiri dari pria, wanita termasuk anak-anak yang tewas saat pembantaian.

"Seorang laki-laki menderita beberapa luka frontal, menunjukkan bahwa dia menghadapi penyerangnya," kata penulis utama dalam penelitian, Teresa Fernandez-Crespo.

"Orang ini dipenggal tetapi tengkoraknya tidak ditemukan, mungkin telah diambil sebagai piala," tambahnya.

Penelitian juga menunjukkan tak ada orang yang kembali ke kota untuk menguburkan orang mati atau mengambil barang-barang mereka. Analisis beberapa kerangka menunjukkan bahwa mereka yang mati ditinggalkan di dalam gedung yang terbakar, beberapa yang lain bahkan dibiarkan di tempat mereka jatuh di jalanan.

Arekeolog meneliti kerangka tengkorak ribuan tahun laluArekeolog meneliti kerangka tengkorak ribuan tahun lalu Foto: (Fernandez-Crespo/Antiquity Publication)

"Dari sini kami dapat menyimpulkan bahwa tujuan para penyerang adalah penghancuran total La Hoya," kata para peneliti.

Mereka menambahkan bahwa serangan mungkin dikarenakan lokasi La Hoya yang secara strategis terletak di antara Cantabrian, wilayah di pantai Atlantik Spanyol, Mediterania dan dataran tinggi interior Spanyol. Para ahli mempercayai bahwa pemukiman itu merupakan pusat kegiatan sosial, komersial dan politik.

"Analisis baru dari sisa-sisa kerangka manusia dari La Hoya mengingatkan kita dengan sangat kuat bahwa masa lalu pra sejarah tidak selalu menjadi tempat yang damai," kata Fernandez.

(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA