Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 04 Okt 2020 05:06 WIB

TRAVEL NEWS

Meksiko Larang Privatisasi Pantai, Pelanggar Didenda Rp 698,6 Juta

Femi Diah
detikTravel
Beach resort hotels and beach chairs along the Caribbean Sea beach of Playa del Carmen, along the Riviera Maya near Cancun, Mexico. An idyllic travel destination for a holiday vacation and winter tropical climate get-away.
Resor di Meksiko (Getty Images/YinYang)
Mexico City -

Senat Meksiko melarang hotel, restoran, atau pemilik properti lainnya membatasi akses ke pantai di negara itu. Pelanggar bakal didenda hingga USD 47.000 atau sekitar Rp 696,7 juta.

RUU yang disetujui dengan suara bulat pada hari Selasa (29/9/2020) itu juga mengharuskan pemilik properti untuk mengizinkan akses publik melalui lahan mereka ke pantai yang tidak memiliki akses jalan. Saat ini, RUU itu, masuk ke presiden untuk mendapatkan persetujuannya.

Privatisasi pantai di Meksiko memang menjadi masalah sejak lama. Warga dibuat marah oleh restoran, klub, dan hotel pribadi yang memasang penghalang atau mempekerjakan penjaga untuk menjauhkan penduduk setempat dari hamparan pantai "mereka".

Undang-undang federal telah menyatakan bahwa akses publik tidak dapat ditolak ke ruang yang berjarak 20 meter dari garis pasang tinggi, tetapi beberapa bisnis menandai area eksklusif hampir sampai ke tepi perairan. Bisnis yang berulang kali melanggar hukum bisa kehilangan izin beroperasi di bagian mana pun dari pantai.

Pada bulan Februari, dua turis Meksiko ditangkap di resor Karibia Playa del Carmen setelah menolak meninggalkan hamparan pasir pantai yang telah dikuasai oleh sebuah restoran lokal untuk menyiapkan meja bagi pelanggan yang membayar. Penangkapan tersebut memicu protes. Dalam prosesnya, pemerintah daerah meminta maaf.

"Klub pantai" pribadi telah mengenakan biaya untuk menggunakan kursi santai yang ditempatkan hampir sampai ke tepi air, dan pengelola bahkan memanggil polisi kota ketika pasangan tersebut menolak untuk meninggalkan apa yang disebut klub tersebut sebagai "lorong layanan" di atas pasir.

Video yang diunggah di media sosial menunjukkan pasangan tersebut diborgol dan digelandang oleh polisi. Polisi mengabaikan aksi keberatan pengunjung pantai lainnya. Padahal, pengunjung telah menyuarakan akses pantai di kawasan itu dilindungi undang-undang.

Masalah itu juga muncul saat pandemi virus Corona, karena pantai umum di sepanjang sebagian besar pantai Karibia Meksiko ditutup. Itu sebagai tindakan kesehatan, tetapi wisatawan, lebih banyak turis asing , masih dapat menikmati pasir melalui resor atau hotel yang memiliki akses langsung ke pantai.

Senator Partai Buruh Alejandra del Carmen León memuji undang-undang baru tersebut dan mengatakan praktik pemberian "konsesi" pantai kepada bisnis swasta di masa lalu merupakan "tindakan classism dan diskriminasi" terhadap keluarga Meksiko setempat.

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT