Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 05 Okt 2020 19:05 WIB

TRAVEL NEWS

Thailand Berani Kirim Balik Sampah Turis, Indonesia Bisa Tiru

Femi Diah
detikTravel
Taman Nasional Thailand
Foto: (Patrick Aventurier/Getty Images)
Bangkok -

Thailand bikin geger pariwisata dunia setelah mengembalikan sampah kepada turis asing. Sampah itu ada di Taman Nasional Khao Yai.

Adalah Menteri Lingkungan Hidup Tahiland Varawut Silpa-archa yang menyampaikan peringatan untuk mengirim balik sampah-sampah yang ditinggalkan di taman nasional itu. Dia mengunggahnya lewat Facebook dengan foto sampah-sampah itu.

"Anda melupakan sesuatu di Taman Nasional Khao Yai. Kami akan mengembalikannya kepada Anda," begitulah kalimat yang menyertai foto-foto sampah itu dan dikutip Lonely Planet.

Pernyataan itu pun menjadi gaduh di media sosial dan media massa. Sebab, mengembalikan sampah kepada pembuang sampah sembarangan bukanlah kebijakan resmi Taman Nasional Thailand. Hukuman yang biasanya diberikan kepada pelanggar berupa denda atau hukuman penjara.

Lagipula, Thailand yang merupakan negara jujugan wisatawan dunia dan memang mengandalkan wisata sebagai sumber finansial biasanya menolak konfrontasi. Sebagai gambaran Departemen Taman Nasional, Margasatwa dan Konservasi Tanaman memperkirakan bahwa tahun lalu lebih dari 20 juta orang mengunjungi taman nasional Thailand.

Khusus, Taman Nasional Khao Yai menampung lebih dari satu juta pengunjung setiap tahun. Di tahun-tahun sebelumnya pengunjung telah meninggalkan hampir 50.000 kg sampah selama musim puncak Tahun Baru.

Jumlah wisatawan Thailand paling tinggi di tahun baru itu terjadi pada tahun 2018. Saat itu, diperkirakan sebanyak 6.000 orang setiap hari mengunjungi Hat Noppharat Tara, Taman Nasional Mu Ko Phi Phi, kawasan lindung di selatan negara itu. Sebagian besar menuju Maya Bay yang kecil, surga tropis yang ditampilkan dalam film tahun 2000 The Beach.

Meningkatnya kunjungan wisatawan itu meninggalkan sampah, tumbuhan dan pasir yang rusak, serta jangkar perahu. Akibatnya, sebanyak 50 persen terumbu karang Maya Bay rusak.

Foto-foto di media sosial yang menunjukkan ribuan turis memadati kawasan alam yang dilindungi itu menyebabkan kemarahan di antara warga Thailand. Dalam prosesnya, taman itu ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sampah di taman nasional thailand akan dikirim ke pembuangnyaSampah di taman nasional thailand akan dikirim ke pembuangnya Foto: Facebook/TOP Varawut

Dua tahun kemudian, Maya Bay tetap ditutup, dan para pejabat mengklaim bahwa lingkungan telah pulih secara signifikan. Tanggal pembukaan taman belum diumumkan, tetapi para pejabat telah membuat seperangkat aturan dan infrastruktur yang sama sekali baru untuk taman yang akan membatasi pengunjung dan dampaknya terhadap lingkungan taman.

Keberhasilan penutupan di Hat Noppharat Tara, Taman Nasional Mu Ko Phi Phi dilanjutkan dengan penutupan selama dua bulan taman nasional Thailand karena pandemi virus Corona tampaknya telah membuat para pejabat menyadari bahwa kawasan alami Thailand dapat memperoleh manfaat dari istirahat rutin.

Sikap Menteri Lingkungan Hidup Varawut itu pun dinilai sebagai langkah yang berani. Tindakan itu juga disebut-sebut sebagai merupakan indikasi dari gerakan yang menilai kembali interaksi antara manusia dan kawasan lindung saat pariwisata mati suri karena pandemi virus Corona.

Varawut juga mengusulkan bahwa kawasan lindung di Thailand harus ditutup antara dua hingga empat bulan per tahun untuk memulihkan alam.

So, saat Thailand setelah wisata Thailand dibuka lagi setelah pandemi virus Corona, diperkirakan taman nasionalnya juga mulai pulih lagi. Andai situasi serupa terjadi di Indonesia, akan kah pemerintah mengambil kebijakan yang sama?

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA