Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 06 Okt 2020 17:25 WIB

TRAVEL NEWS

Salatiga Mandikan Kereta Kuda Warisan Belanda dengan Rempah

Akbar Hari Mukti
detikTravel
Kereta kuda peninggalan Belanda di Salatigas
Kereta kuda peninggalan Belanda (Akbar Hari Mukti/detikcom)
Salatiga -

Tak banyak yang tahu kalau Salatigas punya tiga kereta kuda peninggalan Belanda. Tiap tahun kereta kuda ini dibersihkan dan dimandikan.

Pegiat Budaya Salatiga, Warin Darsono membersihkan kereta kuda peninggalan Belanda yang berada di sebuah garasi di Jalan Pahlawan, Kutowinangun Lor, Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah, Selasa (6/10). Tiga buah kereta kuda itu diperkirakan berusia 200 tahun.

"Sudah 200 tahun. Dulunya dipakai dipakai untuk kereta jenazah, atau disebut de drie lijkkoetsen," jelas Warin, ditemui di lokasi, Selasa (6/10/2020).

Warin menceritakan, tiga kereta kuda peninggalan Belanda itu diproduksi oleh pabrik Rijtuigmaatschapij Voorheen Fuchs. Pabrik tersebut berada di kawasan Batavia.

"Dari catatan kami, ketiga kereta ini dibuat masing-masing pada tahun 1800, 1820, dan 1920," paparnya.

Pembersihan tiga kereta kuda itu menurutnya dilakukan secara berkala mulai tahun 2008. Sebelumnya, warga sekitar tak ada yang mau mendekati garasi tempat penyimpanan tiga kereta kuda peninggalan Belanda itu.

Sebab, menurut Warin, warga sekitar menilai garasi itu kental nuansa mistis.

"Dulu warga tak berani masuk ke dalam garasi karena mengaku seringkali mendengar suara-suara aneh," paparnya.

Sejak 2008, pembersihan dilakukan dalam skala ringan. Ia pun beberapa kali dibantu oleh pegiat budaya dari luar wilayah, di antaranya Jogja, Solo, dan Boyolali.

"Awalnya membersihkan kerak, debu, dan kotoran yang menempel agar tidak merusak bentuk asli kereta," lanjutnya.

Pada 2015, ia mengatakan ketiga kereta kuda itu lalu didaftarkan sebagai benda cagar budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya. Sejak itu, pembersihan skala besar ke kereta dilakukan.

"Tahun ini menjadi tahun keempat kita bersihkan tahunan. Pembersihan menggunakan bahan rempah-rempah agar tak merusak fisik kereta," lanjutnya.

Dalam membersihkannya, ia pun mengeluarkan tiga kereta kuda itu satu per satu dari garasi. Hal itu agar warga bisa ikut melihat fisik kereta yang termasuk bagian dari sejarah tersebut.

"Hal itu sebagai edukasi ke warga tentang cagar budaya ini. Bahwa di dekat mereka ada benda yang memiliki sejarah," lanjutnya.



Simak Video "Penampakan Sumber Air di Karanganyar yang Bisa Terbakar"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA