Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 18 Okt 2020 10:12 WIB

TRAVEL NEWS

Kemiripan Monyet Ekor Panjang dengan Manusia, Apakah Itu?

Putu Intan
detikTravel
Monyet terlantar yang diadopsi di Karawang dirawat sampai jadi sehat. Begini pola perawatannya.
Foto:(Rifkianto Nugroho/detikcom)
Karawang -

Monyet ekor panjang ternyata punya kemiripan dengan manusia soal berkembang biak. Mereka juga harus melakukan pendekatan dengan lawan jenisnya.

Monyet ekor panjang termasuk satwa yang susah kawin. Hal itu diungkapkan pecinta satwa, Aaro Chan yang telah mengadopsi dan mempelajari monyet ini sejak 80-an.

"Dia hampir sama kayak manusia, jadi harus PDKT dulu. Enggak bisa kalau datang, tiba-tiba kawin itu enggak bisa. Harus ada chemistry juga,"kata Aaro kepada detikcom di Karawang.

Karena itulah, monyet ekor panjang biasanya hanya sanggup melahirkan anak setahun sekali. Itu pun sudah bagus karena bisa saja mereka tidak berkembang biak sama sekali.

Lamanya waktu PDKT monyet ekor panjang juga tak dapat diprediksi. "Kadang sebulan atau dua bulan juga tidak ngapa-ngapain,"ujar Aaro.

Ia mencontohkan hal itu terjadi pada induk monyet adopsi yang ia rawat. "Bapak ibunya Cio sampai setahun atau dua tahun baru punya anak Cio,"kata dia.

Dalam proses PDKT itu, biasanya monyet ekor panjang melakukan penjajakan mulai dari melihat sampai berinteraksi. Dalam kehidupan monyet ekor panjang juga dikenal hirarki senior dan junior dari segi usia. Itu juga berpengaruh pada proses perkembangbiakan.

Monyet terlantar yang diadopsi di Karawang dirawat sampai jadi sehat. Begini pola perawatannya.Mendidik monyet ekor panjang. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikcom)

"Kalau yang jantan lebih junior ya akan kalah. Dia butuh waktu agar lebih dominan. Kebalikannya, jika jantan lebih besar nanti yang betina dibully dulu,"ia menjelaskan.

Dalam proses itu tak jarang monyet akan saling usil atau bertengkar. Akan tetapi hal itu wajar saja terjadi karena sifat asli monyet ekor panjang memang seperti itu.

Nah selain soal berkembang biak, dalam melakukan perawatan, Aaro juga mendidik monyet ekor panjang agar dapat bersosialisasi dengan manusia. Ia memberitahu hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

"Seperti murid harus diberi aturan tegas agar gurunya tidak dipermainkan,"katanya.

Sebagaimana disinggung di awal, monyet ekor panjang memang mengenal hubungan senior dan junior. Sehingga jangan sampai monyet itu menganggap kita lemah dan bebas menyerang kita.

"Kita harus jadi senior mereka. Selebihnya kita sayang dan itu konsekuensi jangka panjang,"ia berpesan.



Simak Video "Belajar Merawat Monyet Ekor Panjang dari Ahlinya"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA