Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 21 Okt 2020 18:09 WIB

TRAVEL NEWS

Asosiasi Pesimistis Jamaah Indonesia Bisa Ikut Umroh Tahap ke-3

Puti Yasmin
detikTravel
CLARIFIES THAT THE UMRAH PILGRIMAGE CAN BE UNDERTAKEN AT ANY TIME OF THE YEAR -- In this photo released by Saudi Ministry of Hajj and Umrah, Muslims practice social distancing while praying around the Kaaba, the cubic building at the Grand Mosque during the first day umrah pilgrimages were allowed to restart, in the Muslim holy city of Mecca, Saudi Arabia, Sunday, Oct. 4, 2020. The umrah pilgrimage, or smaller pilgrimage, can be undertaken at any time of the year. A very small, limited number of people donning the white terrycloth garment symbolic of the Muslim pilgrimage circled Islams holiest site in Mecca on Sunday after Saudi Arabia lifted coronavirus restrictions that had been in place for months. (Saudi Ministry of Hajj and Umrah via AP)
Foto: AP Photo/Asosiasi Pesimistis Jamaah Indonesia Bisa Ikut Umroh Tahap ke-3
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi akan membuka umroh tahap ke-3 pada 1 November mendatang untuk orang dari luar negeri. Namun, asosiasi umroh menilai jamaah dari Indonesia mustahil bisa ikut dalam penyelenggaraan ini.

"Mustahil (jemaah umroh Indonesia bisa umroh) sekarang soalnya belum keluar (aturan)," ungkap dia kepada detikcom, Rabu (21/10/2020).

Menurut Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umroh dan Haji (SAPUHI), Syam Resfiadi ada beberapa hal yang menjadi alasan. Pertama adalah tidak adanya aturan yang jelas terkait umroh di tengah pandemi untuk orang dari luar Arab Saudi.

Pasalnya, saat ini jamaah umroh tahap 1 dan 2 melakukan pendaftaran melalui aplikasi sehingga aturan yang ditetapkan jelas. Sedangkan, jamaah dari luar Arab Saudi harus melalui agen yang pernah berkontribusi sebelumnya.

"Umroh penduduk lokal kan pakai aplikasi. Kalau dari luar negeri tetap menggunakan provider yang pernah mengeluarkan visa. Nah, tapi aturannya itu apakah full paket atau cukup visa saja, atau visa plus hotel kita belum tahu," jelas dia.

Terlebih, kata Syam, aturan terkait jamaah umroh dari luar negeri memerlukan waktu. Sehingga, seharusnya terbit pada minggu ini dan jika tidak mustahil jamaah dari Indonesia melaksanakan umroh.

"Kalau ada aturan yang jelas harusnya sekarang. soalnya ngatur provider itu kan ada ini dan itu ke menteri dalam negeri Arab Saudi, lalu kadin. Itu perlu waktu 2 minggu. Kalau mau minggu ini (aturan keluar) mustahil sekarang soalnya belum keluar," sambung dia.

Selain itu, ia juga mengemukakan terkait biaya umroh yang bisa melonjak hingga 70% bila mana umroh diadakan. Adapun, kenaikan biaya tersebut dikarenakan lima hal, seperti tiket pesawat, hotel, hingga tes swab PCR COVID-19.

"Bisa 50-70% (kenaikan biaya) karena ada lima komponen, airlines, hotel, transport, kenaikan PPN 20%, dan tes PCR atau vaksin jika sudah jadi," papar dia.

Karena hal tersebut, Syam mengungkapkan biaya umroh saat ini paling murah dipatok di angka Rp 34 juta. Padahal, sebelumnya biaya umroh paling terjangkau di angka Rp 20 juta.

"Dulu Rp 20 juta tapi kemarin asosiasi bilang Rp 34 juta paling murah. Itu hotel bintang 4 ya. Sudah masuk ke semua komponen lima hal tadi," tutup dia.



Simak Video "4 Oktober, Arab Saudi Kembali Buka Umroh Secara Bertahap"
[Gambas:Video 20detik]
(pay/erd)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA