Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 30 Okt 2020 16:08 WIB

TRAVEL NEWS

Overtourism dan Corona, Begini Kondisi 4 Destinasi yang Dulu Sesak

Di Kroasia tepatnya di Kota Tua Dubrovnik, ada pelabuhan tua yang menjadi salah satu daya tarik pariwisata.
Kota Dubrovnik, Kroasia (Foto: Istimewa/igcruising.com)

Pandangan ahli: pariwisata akan bangkit kembali

Banyak destinasi lain, seperti Amsterdam dan Praha hingga, Teluk Maya di Thailand dan pantai-pantai di Bali, Indonesia juga menderita akibat terlalu banyak turis dalam beberapa tahun terakhir.

Sekarang, mereka juga menderita akibat kurangnya pengunjung.

Dan sementara overtourism mungkin telah mendatangkan malapetaka pada destinasi, fenomena tersebut juga mengikuti beberapa pola yang dapat diprediksi. Sebuah destinasi menjadi populer, orang berbondong-bondong ke sana, dan destinasi tersebut berjuang untuk mengatasi dampaknya.

Kata Tony Johnston, kepala pariwisata di Althone Institute of Technology di Irlandia, membuat perencanaan untuk masa depan menjadi sangat sulit.

"Pariwisata adalah industri yang mengandalkan model pertumbuhan yang sangat stabil dan dapat diprediksi. Dan itu baru saja dihapus sepenuhnya," katanya kepada CNN Travel.

"Tidak ada yang tahu bagaimana enam bulan, 12 bulan atau bahkan masa depan jangka panjang akan terlihat. Jadi sangat sulit bagi pembuat kebijakan untuk merencanakan, dan sangat sulit bagi sisi komersial industri untuk merencanakan," imbuh dia.

Meski demikian, akan ada beberapa turis yang tidak bisa melakukan perjalanan lagi, baik karena masalah kesehatan atau pertimbangan jejak karbon mereka.

Ada alasan mengapa tujuan wisata ini selalu dikerubungi turis. Itu tidak mungkin berubah secara permanen, bahkan jika angka menunjukkan jumlahnya stabil dalam beberapa saat.

"Destinasi impian akan menjadi salah satu hal yang merangsang pemulihan, yang pasti, orang akan ingin segera melakukan sesuatu, begitu mereka memiliki kesempatan untuk melakukannya," ujar Tony.

"Industri pariwisata sangat tidak stabil, tetapi sangat, sangat tangguh, dan sangat mudah beradaptasi sekalipun dengan overtourism," tambahnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA