Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Nov 2020 15:11 WIB

TRAVEL NEWS

Malindo Air PHK 2.000 Orang, Kru Kabin Ucapkan Selamat Tinggal

Malindo Air
Foto: Malindo Air (Dok Kemenpar)
Jakarta -

Pandemi Corona yang menyebabkan perbatasan perjalanan sangat berdampak pada maskapai penerbangan. Berbagai perusahaan terpaksa melakukan pengurangan staf tak terkecuali Malindo Air.

Dikutip dari World of Buzz yang dilansir dari Malaysian Insight, salah satu maskapai yang sangat mendapat pengaruh yang signifikan karena pandemi Corona adalah Malindo Airways. Lebih dari 50% staf terpaksa diberhentikan.

Maskapai asal Malaysia ini melakukan pengurangan staf demi mempertahankan perusahaan yang telah goyah, akan tetapi tindakan ini mempengaruhi sekitar 2.000 staf yang harus kehilangan pekerjaan.

Kabar ini pun ramai dibicarakan di twitter. Beberapa awak kabin menghabiskan hari-hari terakhir mereka mengenakan seragam Malindo Airways sejak beberapa hari lalu. Mereka berasal dari berbagai departemen dan posisi, staf membagikan momen mereka saat akan berhenti bekerja.

"Kehilangan pekerjaanku seperti kehilangan cinta dalam hidup. Ini lebih buruk dari putus dari seseorang, karena pekerjaan ku adalah satu-satunya kebahagiaanku. Hanya itu yang membuatku terus berjalan, dan aku kehilangan itu, #malindo #howtostopcrying" cuit pengguna twitter @jxshbhullar.

Ada pula staf maskapai Malindo Air yang sudah bekerja selama enam tahun yang membagikan foto kartu idnya. Dia pun mengaku sangat bersedih karena pemutusan kerja yang dialaminya.








Malindo Airways memberikan gaji tiga bulan sebagai salah satu paket pesangon yang ditawarkan kepada 2.000 karyawan tersebut. Jika paket pesangon yang didapatkan di bawah RM 15.000 atau Rp 52 juta, maka pemberian akan dilakukan dalam tiga kali cicilan. Sedangkan mereka yang mendapat pesangon di atas RM 15.000, pembayaran akan dilakukan dalam enam kali angsuran.

Sebelumnya, New Straits Times mengabarkan bahwa Malindo memiliki 3.200 staf dan memutuskan untuk mempertahankan hanya 1.000 orang.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA