Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 03 Nov 2020 19:15 WIB

TRAVEL NEWS

Menurun, 153.500 Turis Kunjungi Indonesia Bulan September

Hendra Kusuma
detikTravel
Orang-orang menyaksikan matahari terbit di sebuah pantai di Bali, Indonesia, Kamis (9/7/2020). Pulau resort di Bali dibuka kembali setelah tiga bulan terkunci akibat pandemi virus Corona pada Kamis ini. Pembukaan tahap pertama ini hanya untuk wisatawan dan penduduk lokal serta sebagian turis asing yang terdampar untuk melanjutkan kegiatan publik sebelum kembali dibuka untuk kedatangan orang asing pada September mendatang. (Foto AP / Firdia Lisnawati)
Ilustrasi turis di Bali (AP/Firdia Lisnawati)
Jakarta -

Badan Pusat Statistik atau BPS kembali merilis data kunjungan wisatawan mancanegara di bulan September. Jumlahnya masih terus menurun dibanding bulan sebelumnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pemulihan sektor pariwisata Indonesia bisa dilakukan dengan waktu yang lama. Sebab per September 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis kembali anjlok.

BPS mencatat jumlah turis yang berkunjung ke tanah air sebanyak 153.500 pada September 2020. Angka tersebut menurun 5,94% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan terjadi semakin dalam jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2019 yaitu sebesar 88,95%.

"Penurunan ini terutama terjadi untuk wisatawan yang melalui laut dan darat sementara wisatawan yang datang lewat udara justru naik," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Jakarta, Senin (2/11/2020).

Didominasi pebisnis

Suhariyanto mengatakan, jumlah turis yang berkunjung ke tanah air per September 2020 pun mayoritas merupakan para pebisnis atau perjalanan kedinasan yang berasal dari masing-masing negaranya. Menurut dia, belum ada turis yang benar-benar liburan dan menghabiskan uangnya di Indonesia.

"Belum ada wisman yang untuk leisure," tegasnya.

Dari kebangsaan, pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut dari 153.500 kunjungan paling banyak berasal dari Timor Leste yakni 50,0% atau 76,8 ribu. Selanjutnya Malaysia dengan 25,3% atau 54,2 ribu.

Di posisi ketiga dari China yaitu sebesar 4,6% atau 7,0 ribu. Sedangkan dari negara lainnya jika digabungkan jumlahnya 10,1% atau 15,5 ribu.

"Kalau bandingkan dengan tahun lalu, September 2019, kunjungan wisman ke Indonesia masih turun dalam sekali. Meski ada pergerakan secara mtm (bulanan) tapi masih kecil. Kalau kita lihat pergerakan ini, recovery di sektor pariwisata masih butuh waktu yang panjang," ungkapnya.

Selanjutnya: Perkembangan transportasi

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA