Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 12 Nov 2020 18:40 WIB

TRAVEL NEWS

Petik Pelajaran dari Blackpink, Jangan Sembarangan Sentuh Panda

Femi Diah
detikTravel
Panda bernama Fu Bao ini spesial banget. Panda itu tercatat sebagai panda pertama yang lahir di Korea Selatan.
Fu Bao, bayi panda pertama yang lahir di Korsel (Jung Yeon-je/AFP)
Seoul -

Traveler bisa memetik pelajaran dari grup K-Pop Blackpink yang baru saja dikritik oleh warga China. Itu terkait cuplikan anggota Blackpink dan bayi panda.

Dikutip dari CNN Travel, Kamis (12/11/20200, cuplikan itu muncul dalam sebuah video acara realitas Blackpink yang diunggah di Youtube. Rencananya, cuplikan itu ditayangkan sebagai bagian dari seri realitas "24/365 dengan BLACKPINK". Dalam cuplikan video itu anggota Blackpink memegang bayi panda pertama yang lahir di Korsel, Fu Bao.

Menurut kantor berita Yonhap Korea Selatan, Fu Bao lahir di taman hiburan Everland Resort, sekitar 20 mil selatan Seoul. Induk Fu Bao dikirim ke Negeri Ginseng pada 2016 dari provinsi Sichuan di China.

Fu Bao diperkenalkan kepada publik tidak lama setelah lahir. Kesempatan pertama diberikan kepada anak-anak dan wartawan. sejak itu, Fu Bao menjadi kesayangan warga Korsel.

Bagi China pengiriman panda raksasa ke Korsel dan negara lain menjadi tanda persahabatan dan kerja sama antara Beijing dan negara-negara lain. Mereka menyebutnya sebagai diplomasi panda.

Asosiasi Konservasi Margasatwa China meminta Kebun Binatang Everland untuk segera menghentikan kontak nonprofesional dengan anak panda itu. Mereka mengklaim bahwa kebun binatang tersebut "melanggar persyaratan profesional untuk perlindungan panda raksasa" dalam mengizinkan anggota band melakukan kontak dengan hewan tersebut.

Asosiasi Konservasi Satwa Liar China mengirim surat resmi ke Kebun Binatang Everland Korea Selatan setelah kebun binatang tersebut melanggar persyaratan profesional untuk perlindungan panda raksasa karena mengorganisir personel terkait pertunjukan untuk berhubungan dekat dengan anak panda raksasa dan memproduksi hiburan.

"Di sini kami meminta kebun binatang untuk berhenti memutar dan menyebarkan video konten terkait. [Kami menyarankan kepada kebun binatang bahwa] perlu untuk lebih memperkuat manajemen, manajemen ilmiah dan perlindungan, dan secara tegas mencegah insiden seperti itu terjadi lagi," kata asosiasi.

Blackpink memutuskan untuk menunda rilis pertunjukan, yang dijadwalkan akan diunggah pada 7 November. Mereka juga menyampaikan kunjungan dengan panda dilakukan di hadapan dokter hewan dan peternak profesional, serta mengikuti manajemen antivirus yang ketat dan aturan kebersihan.

Blackpink menambahkan dalam pernyataan yang dirilis di Twitter: "Untuk menghormati rekomendasi para ahli panda dan praktik kerja sama internasional yang mengatakan bahwa 'perilaku nonprofesional dalam kontak dekat dengan bayi panda bisa menyebabkan kesalahpahaman orang lain, 'kami memutuskan untuk menunda pemutaran video terkait. "

Panda Fu Bao lahir 107 hari lalu di Korea Sleatan di Everland Amusement and Animal Park di Yongin. Foto diambil pada 4 November 2020. (Photo by Jung Yeon-je / AFP)Panda Fu Bao lahir 107 hari lalu di Korea Selatan di Everland Amusement and Animal Park di Yongin. Foto diambil pada 4 November 2020. (Photo by Jung Yeon-je / AFP) Foto: AFP/JUNG YEON-JE

Meski begitu, pengguna platform media sosial China, Weibo, terlanjur mengungkapkan kemarahan. Di bagian komentar dari postingan berita yang merinci pernyataan Blackpink, ribuan orang menuntut permintaan maaf dari grup K-Pop itu. Kritikan juga ditujukan kepada taman hiburan.

"Mereka tidak menjelaskan mengapa mereka menyentuh bayi panda dengan riasan tebal!"

"BLACKPINK harus meminta maaf."

"Apa yang dilakukan Everland? Mereka organisasi profesional. Astaga .."

Panda raksasa termasuk dalam hewan paling langka di muka bumi, meskipun upaya untuk melestarikan spesies tersebut telah menunjukkan beberapa keberhasilan dalam beberapa tahun terakhir. Hanya ada sekitar 1.800 ekor panda saat ini dan dianggap "rentan".

(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA