Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 05 Des 2020 16:40 WIB

TRAVEL NEWS

Pengusaha China Beli Pulau di Aussie, Warga Lokal Mau Membalas

Putu Intan
detikTravel
Bendera Australia (AFP Photo)
Foto: Bendera Australia (AFP Photo)
Queensland -

Warga lokal Pulau Keswick buka suara soal pengusaha China yang menguasai pulau itu. Mereka akan melancarkan aksi balasan atas tindakan sewenang-wenang mereka.

Perang antara perusahaan China Bloom versus penduduk lokal memperebutkan Pulau Keswick di Whitsundays, Australia tampak semakin intensif. Tak terima dengan pengusiran yang dilakukan China Bloom, penduduk lokal akan menduduki pantai di Whitsundays yang juga dikembangkan perusahaan China tersebut.

Seorang warga lokal Nothern Beaches, Deb Lawson yang tertarik pada isu ini, merencanakan protes damai di kawasan Basil Bay. Basil Bay sendiri merupakan kawasan yang dilarang oleh Pemerintah Queensland untuk dimasuki warga.

Namun protes ini akan tetap dilakukan bertepatan dengan Hari Australia dan juga melibatkan 'armada kapal'.

"Saya pikir, sebagai komunitas berperahu (Mackay), cara apa yang lebih baik untuk memperingatinya selain mendapatkan armada kapal adalah pergi ke Pulau Keswick," ujarnya.

"China Bloom tidak memiliki kepemilikan di bawah tanda air pasang, jadi secara teknis, mereka tidak bisa menghentikan kami untuk pergi ke pantai," katanya.

Sementara itu, penduduk Whitsundays Amanda Camm juga menyatakan protesnya atas tindakan China Bloom.

"Ini bukan China komunis, ini Australia. Ini Queensland dan ini Whitsundays," ujarnya.

Di sisi lain, Dewan Regional Mackay menolak untuk mengomentari masalah ini. Mereka mengatakan, masalah itu harusnya ditanyakan kepada Pemerintah Palaszczuk karena terdapat perjanjian sewa jangka panjang antara pemerintah itu dengan China Bloom.

Namun juru bicara Pemerintah Queensland menegaskan bahwa pengembang didesak untuk melakukan hal yang benar.

"(Kami) bekerja dengan China Bloom untuk memastikan semua aktivitas yang relevan sesuai dengan persyaratan sewa, terutama karena China Bloom bekerja untuk meningkatkan jalan di pulau itu, landai kapal, dermaga dan infrastruktur laut," kata juru bicara Departemen Sumber Daya.

Mengenai masalah akses publik yang ditolak ke Basil Bay, pemerintah hanya menawarkan ini," di wilayah Pulau Keswick di mana sewa diadakan di dekat pantai, publik dapat mengakses pantai ke tempat yang tidak bertanda," katanya.

Salah seorang warga lokal bernama Julie Willis mengungkapkan bahwa ia tak menyangka, kejadian seperti ini bisa terjadi di Australia.

"Saya terkejut itu terjadi di Australia," katanya setelah diberi waktu selama tiga hari untuk meninggalkan properti yang telah ia sewa selama 5 tahun.

Selanjutnya: akomodasi, bandara, dan pelabuhan ditutup China Bloom

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA