Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Des 2020 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Mengenal Hiu Paus di Nabire, Bertubuh Besar namun Cenderung Jinak

Hari Suroto
detikTravel
Hiu paus di Nabire, Teluk Cendrawasih
Ilustrasi hiu paus atau hiu tutul (mcnugraha/d'Traveler)
Jakarta -

Hiu paus di Papua dikenal sebagai gurano bintang, turis asing menyebutnya whale shark. Biarpun namanya hiu paus tapi sebenarnya spesies ini bukanlah paus.

Hiu paus atau bahasa latinnya Rhincodon typicus boleh dibilang tidak berbahaya bagi nelayan dan cenderung jinak. Hewan ini dinamai hiu paus karena ukuran tubuhnya yang besar.

Hiu paus mudah dijumpai sepanjang tahun di perairan Kwatisore, Teluk Cenderawasih, Kabupaten Nabire, Papua. Ciri khas hiu paus yaitu berwarna abu-abu bertotol-totol putih. Di sejumlah tempat dinamai hiu bintang, hiu tutul, geger lintang, atau hiu totol selain gurano bintang dan whale shark.

Pola totol-totol putih pada tubuh hiu paus menjadi pembeda masing-masing individu. Pola inilah yang digunakan oleh peneliti untuk mengidentifikasi hiu paus.

Kepala hiu paus berbentuk gepeng dengan mulut yang lebar, yang bisa mencapai 1,4 meter. Selain itu, hiu paus memiliki dua sirip dorsal/punggung, sirip pektoral/dada, sirip pelvic/perut, sirip anal, dan sirip kaudal/ekor.

Habitat hiu paus ini berada di permukaan air makanya disebut sebagai ikan pelagis. Karena itu pula aktivitasnya cukup tinggi dengan selalu berenang untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan air agar tidak tenggelam.

Ikan ini dapat dijumpai di perairan lepas hingga perairan pantai, bahkan kadang masuk ke daerah laguna di pulau atol. Selain itu, hiu paus cenderung bersifat kosmopolitan. Sebaran hiu paus meliputi perairan tropis dan subtropis hangat (18-30 derajat Celcius).

Pernapasan hiu paus tergantung sebagian besar air yang masuk melalui mulutnya dan keluar melalui lubang insang.

Hiu paus mempunyai alat yang efisien untuk melokalisasi makanannya yang disebut garis lateral, yang terletak di bagian punggung memanjang dari kepala ke ekor. Garis lateral ini terletak di masing-masing sisi tubuh hiu paus.

Hiu ini dapat tumbuh sampai 18 hingga 20 meter dengan berat sekitar 20 ton. Makanan hiu paus berupa plankton dan ikan-ikan kecil. Cara makannya yaitu dengan membuka mulutnya lebar, kumpulan plankton atau ikan kecil nantinya langsung ditelan, karena ikan ini tidak memiliki gigi.

Dalam satu kelompok, hiu paus bergerombol hingga enam ekor. Untuk melihat hiu paus di perairan Kwatisore, Nabire, traveler dapat melakukannya pada pagi atau sore hari.

Bagi traveler yang berkunjung ke Kwatisore, dapat membeli hasil kerajinan masyarakat setempat, yaitu gantungan kunci berbentuk hiu paus atau patung hiu paus yang terbuat dari kayu.

--

Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Detik-detik Hiu Paus Terdampar di Cianjur, Dagingnya Dipotong Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA