Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 09 Des 2020 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Gunung Everest si Atap Dunia Itu Tiba-tiba Lebih Tinggi

Bonauli
detikTravel
Covid-19 tak halangi tim asal China mendaki Everest untuk pastikan perbedaan ukuran tinggi
Gunung Everest (BBC Magazine)
Kathmandu -

Kabar terbaru datang dari Gunung Everest. Atap dunia itu menunjukkan telah bertambah tinggi, berapa mdpl?

Berapa sih ketinggian Gunung Everest yang traveler tahu? Kemarin, traveler bisa menjawab dengan angka 8.848 meter. Ketinggian tersebut didapat dari pengukuran yang dilakukan oleh Survey of India pada tahun 1954.

Tinggi 8.848 meter muncul dengan pengukuran puncak tertinggi Gunung Everest dari lereng selatan sisi Nepal. Namun ternyata, China juga melakukan pengukuran tahun 2005. Ukuran yang diambil dari China menyatakan bahwa Puncak Everest lebih pendek yaitu 8.844,43 meter.

Dilansir dari BBC, akhirnya dua negara ini sepakat untuk mengukur kembali Puncak Everest secara bersama-sama. Gunung Everest memang berdiri di perbatasan antara China dan Nepal.

Pejabat dari kementerian luar negeri Nepal dan departemen survei mengatakan surveyor dari kedua negara telah berkoordinasi untuk menyetujui ketinggian baru gunung itu.

Perbedaan ketinggian didapat karena China mengukur Gunung Everest hingga ketinggian batuannya. Sementara itu, Nepal mengukur hingga ke atas puncak salju.

Untuk mendapatkan angka itu, empat surveyor tanah Nepal menghabiskan waktu dua tahun pelatihan untuk menuju puncak Gunung Everest.

"Sebelumnya, kami tidak pernah melakukan pengukuran sendiri. Sekarang, kami memiliki tim muda teknis yang bisa melakukannya sendiri," ujar Damodar Dhakal, juru bicara di departemen survei Nepal.

Setelah dihitung resmi, ternyata kini Puncak Everest memiliki ketinggian baru, yaitu 8.848,086 meter. Ya, Puncak Everest lebih tinggi 0,86 meter.

"Gempa tahun 2015 juga menjadi alasan utama mengapa kami mengukur ulang gunung tersebut," kata dia.

Beberapa ahli geologi menyatakan bahwa gempa bumi yang terjadi pada tahun 2015 kemungkinan berdampak pada ketinggian Gunung Everest. Gempa berkekuatan 7,8 skala richter itu menewaskan hampir 9.000 orang di Nepal dan menyebabkan longsoran salju yang mengubur base camp di sana.

Ahli geologi beranggapan kalau gempa bumi akan membuat salju di Everest menyusut. Para ilmuwan juga menemukan bahwa beberapa puncak Himalaya lainnya seperti Langtal HImal, telah berkurang ketinggiannya sampai kira-kira satu meter setelah gempa bumi.

(bnl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA