Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Des 2020 14:28 WIB

TRAVEL NEWS

Dunia Wisata Kehilangan USD 2 Triliun, Bisa Rebound Paruh Kedua 2021

Garuda Wisnu Kencana, ikon Bali memang indah. Di tengah pandemi, seperti apa ya di sana?
Bali termasuk kawasan yang paling terkena imbas Corona di Indonesia Foto: Bonauli/detikcom
Jakarta -

Badan Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) memperkirakan tahun ini jumlah kunjungan turis internasional di seluruh dunia sepanjang 10 bulan pertama ini mengalami penurunan sekitar 72 persen.

Dalam kasus ini, pariwisata global akan kembali ke level 30 tahun yang lalu, dengan jumlah kedatangan turis berkurang sekitar 1 miliar orang, itu berarti penerimaan pariwisata internasional hilang USD 1,1 triliun.

Penurunan besar-besaran pariwisata akibat pandemi virus Corona ini dapat mengakibatkan kerugian ekonomi terhadap PDB dunia sebesar USD 2 triliun.

Kawasan Asia dan Pasifik merupakan wilayah yang terkena dampak pandemi paling parah dan wilayah dengan tingkat pembatasan perjalanan tertinggi hingga saat ini. Kawasan Asia Pasifik mengalami penurunan kedatangan 82% pada 10 bulan pertama tahun 2020.

Timur Tengah mencatat penurunan 73%, sedangkan Afrika mengalami penurunan 69%. Kedatangan internasional di Eropa dan Amerika menurun 68%. Eropa mencatat penurunan yang lebih kecil sebesar 72% dan 76% pada bulan September dan Oktober dibandingkan dengan wilayah dunia lainnya, menyusul pemulihan singkat yang berlangsung singkat pada bulan-bulan puncak musim panas di bulan Juli dan Agustus.

Terus kapan dunia wisata akan kembali pulih? Vaksinasi memang memberi kepercayaan kepada traveler, namun UNWTO memprediksi, industri wisata baru akan rebound pada paruh kedua tahun 2021.

Pada saat yang sama, semakin banyak negara tujuan wisata yang melonggarkan atau mencabut pembatasan perjalanan. Menurut penelitian terbaru dari UNWTO, destinasi wisata yang ditutup turun dari 82% pada akhir April 2020 menjadi 18% pada awal November (dinyatakan dalam persentase kedatangan internasional).

Skenario diperpanjang untuk 2021-2024 yang disajikan oleh badan khusus PBB untuk pariwisata ini menunjukkan rebound bisa terjadi pada paruh kedua tahun 2021.

Meskipun demikian, agar industri pariwisata bisa kembali ke level seperti tahun 2019 dalam hal kedatangan internasional dapat memakan waktu antara dua setengah dan empat tahun.

"Langkah terkoordinasi untuk meringankan dan mencabut pembatasan perjalanan saat kondisi sudah aman untuk dilakukan sangatlah penting. Ini tidak hanya akan membuka destinasi untuk pariwisata lagi, tetapi aturan yang jelas dan konsisten antar negara akan sangat membantu dalam membangun kembali kepercayaan dalam perjalanan internasional dan meningkatkan kepercayaan konsumen," ujar Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili.



Simak Video "Sensasi Berenang di Wisata Leuwi Pamipiran Ciamis"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA