Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 25 Des 2020 17:48 WIB

TRAVEL NEWS

Wisata Tutup Saat Libur Nataru, Hotel dan Restoran di Kudus Menjerit

Dian Utoro Aji
detikTravel
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Tri Suyitno kepada wartawan saat ditemui di salah satu hotel di Kudus, Kamis (3/12/2020).
Ketua PHRI Kudus Tris Suyitno. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Seluruh wisata di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah tutup saat libur Natal dan Tahun Baru. Pengusaha hotel dan restoran pun menjerit karena banyak pengunjung yang membatalkan pesanan.

"Ya itu pasti terdampak ya, karena tamu - tamu berkurang banyak ya. Biasanya kan bisa sampai 70 sampai 80 persen. Sekarang tinggal 30-40 persen," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kudus, Tris Suyitno saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Jumat (25/12/2020).

Tris mengatakan, banyak pengunjung yang sudah jauh hari memesan hotel. Namun ketika wisata ditutup dan ditambah lagi saat masuk Kudus wajib tes rapid test antigen, akhirnya pengunjung membatalkan pesanan hotel.

"Ya datang sudah, maksudnya booking lama, karena apa sebagian misalnya rombongan agak lama, cuman kemudian disuruh tes antigen jadi banyak batalkan juga. Jadi kita hanya andalkan lokalan sekitar saja yang dekat saja," ujar dia.

Dari surat edaran Pemkab Kudus, kata dia hotel dan restoran saat tahun baru nanti tidak boleh menggelar pesta pergantian tahun baru. Untuk restoran pun dibatasi jam buka hanya sampai pukul 20.00 WIB saja.

"Kita sering sekali imbauan, tidak ada mengadakan acara apapun (pesta kembang api saat malam pergantian tahun baru), sedangkan untuk restoran jam 20.00 WIB sudah harus tutup, termasuk kolam renang. Tidak boleh merayakan malam pergantian tahun baru," jelas Tris.

Meski demikian Tris memaklumi kebijakan dari pemerintah daerah. Apalagi kondisi penularan kasus virus Corona di Kudus masih terus naik. Untuk itu dia pun berharap agar segera ada vaksin kepada masyarakat. Dengan demikian sektor pariwisata, hotel kembali normal seperti sebelum ada pandemi.

"Kami memaklumi karena juga melihat situasi kita koordinasi sama dinas. Dinas Pariwisata, jadi memang mereka harus hati-hati begitu. Melihat perkembangan COVID-19 semakin meningkat, kita maklumi serba sulit juga," kata Tris.

"Kita berharap segera ada vaksin, dan kalau bisa transaksi sudah banyak penderita yang sembuh. Itu yang bisa jadi pariwisata masuk lagi," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah akhir memutuskan untuk menutup semua objek wisata saat liburan tahun baru nanti. Langkah tersebut dilakukan guna mencegah terjadi lonjakan penyebaran kasus virus Corona atau COVID-19.

"Untuk tahun baru, tanggal 31 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021 untuk semua sektor pariwisata kita tutup, untuk menghindari kerumunan. Malam pergantian tahun baru untuk PKL jam 20.00 WIB harus sudah tutup. Besoknya seperti biasa, termasuk kafe, semuanya kita tutup," kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo kepada wartawan di Gedung Setda Kudus, Rabu (23/12/2020).



Simak Video "PPKM Bikin Okupansi Hotel di Kawasan Puncak Lesu"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA