Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 27 Des 2020 23:16 WIB

TRAVEL NEWS

Ratusan Orang Inggris Menghilang dari Resort Ski Swiss

GIRONA, SPAIN - DECEMBER 14: Skiers buy ski passes in automatic machines at La Masella ski resort on December 14, 2020 in Girona, Spain. Ski resorts in the Spanish Pyrenees started to open this week after adopting pandemic-related safety measures, such as limiting capacity on lifts and in restaurants, and requiring appointments for equipment rentals. After the autumn surge in covid-19 cases, European countries have taken divergent approaches to their ski resorts, with those in France, Germany and Italy remaining closed, while ones in Austria, Switzerland and Spain have started to open. (Photo by David Ramos/Getty Images)
Ilustrasi ski Foto: Getty Images/David Ramos
Jenewa -

Ratusan tamu asal Inggris menghilang dari sebuah resor ski di Swiss. Mereka seharusnya dikarantina di resor ski tersebut sehubungan dengan mutasi virus corona yang baru-baru ini ditemukan di Inggris.

Resor yang dimaksud mengutip dari The South China Morning Post, Minggu (27/12/2020) adalah resor ski Swiss Verbier, yang sangat populer di kalangan warga Inggris. Para traveler asal Inggris itu kabarnya pergi dari Swiss menuju Prancis.

Jean-Marc Sandoz, juru bicara kotamadya Bagnes, tempat Verbier berada, mengatakan pada hari Minggu, Otoritas Swiss telah mengidentifikasi 420 tamu dari Inggris yang dikarantina sebelum Natal. Hari ini kurang dari 12 orang yang masih bertahan di sana.

"Kami memahami kemarahan mereka," ujar Sandoz.

Hilangnya orang-orang Inggris dari resor ski itu terjadi setelah ada aturan karantina yang baru diwajibkan oleh pemerintah Swiss untuk orang-orang yang datang dari Inggris.

"Keluarga dengan anak kecil tiba-tiba terjebak harus dikarantina di ruangan seluas 20 meter persegi. Siapa yang bisa tahan," ujar Sandoz.

Pencinta ski dari Inggris lebih memilih pergi ke Prancis karena meski banyak resor ski yang ditutup tetapi mereka tidak akan terkurung seperti di Swiss

Swiss telah menghentikan semua penerbangan dari Inggris dan Afrika Selatan pada 20 Desember setelah varian baru dan yang diduga sangat menular dari virus Corona terdeteksi di negara-negara tersebut.

Pada 21 Desember, pihak berwenang memerintahkan semua orang yang tiba sejak 14 Desember untuk dikarantina selama 10 hari sejak tanggal kedatangan mereka.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Swiss Alain Berset mengakui bahwa pemerintah melakukan kesalahan saat melonggarkan pembatasan Covid-19, yang mengakibatkan Swiss memiliki tingkat infeksi yang cukup besar di Eropa selama gelombang kedua pandemi.

Pada awal November, Jenewa memiliki tingkat infeksi per kapita terburuk di Eropa. Dengan populasi 8,6 juta, Swiss mencatat angka yang sangat tinggi sekitar 5.000 kasus baru dan 100 kematian setiap hari.

"Cara Swiss ada harganya. Itu membutuhkan tanggung jawab pribadi, alasan dan pandangan ke depan dari setiap orang. Jika tidak berhasil, kami harus memperketat tindakan. Kami melakukan itu, " kata Berset.

"Hal yang baik tentang situasi saat ini adalah kita masih memiliki cadangan."

Mulai Selasa, bar dan restoran mulai tutup lagi di seluruh negeri dalam upaya untuk mengendalikan wabah. Swiss sendiri sudah memulai vaksinasi Covid-19 pada hari Rabu, dengan penduduk panti jompo berusia 90-an menerima suntikan pertama hanya empat hari setelah suntikan Pfizer-BioNTech disahkan.

"Virus ini tidak akan hilang dalam waktu dekat. Itu akan bertahan, meskipun telah divaksinasi dan pengobatan yang lebih baik," kata Berset.



Simak Video "Varian Baru Corona Muncul, Warga Diharapkan Tetap Terapkan 3M"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA