Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Des 2020 19:00 WIB

TRAVEL NEWS

Warga Segel Pos Balai TN Komodo, Ada Apa?

Pulau Rinca Taman Nasional Komodo tengah ditutup untuk pembangunan sarana dan prasarana wisata. Begini rumah Komodo sebelum pembangunan dimulai.
Ilustrasi Pulau Rinca di Taman Nasional Komodo (Foto: Dadan Kuswaharja/detikcom)
Manggarai Barat -

Kabar tak menyenangkan datang lagi dari Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, NTT. Salah satu pos balai disegel warga setempat.

Apa masalahnya?

Kabar ini viral di media sosial lewat unggahan dari akun KawanBaikKomodo di Twitter, Rabu (30/12/2020). Seorang orator mengucapkan bahwa aksi itu dilakukan agar pihak Balai Taman Nasional Komodo mengerti dan melihatnya.

"Aksi kita disaksikan oleh mereka dan kita tidak buat anarkis. Kita aksi damai. Jika balai taman nasional tidak melakukan dan datang ke tempat ini ke desa ... aksi kedua di Pulau Kalong," kata orator.

"Semua ... kita pulangkan. Harapan saya, semua masyarakat setuju, sepakat!" dia menambahkan.

Setelah selesai, warga lalu mengikat pintu bangunan Balai Taman Nasional Komodo. Dijelaskan akun KawanBaikKomodo bahwa mereka juga menghalau kapal-kapal wisata yang berada di Pulau Kalong.

Alasannya ada di tweet berikut ini. KawanBaikKomodo menjelaskan bahwa ada warga yang ditangkap dan dihukum karena menangkap ikan di dalam wilayah lindung. Lalu dalam video lanjutan, sepertinya dari pihak berwenang, ada yang menyatakan permintaan maaf tapi suaranya tak begitu jelas.

"Mengapa tdk terlau mengejutkan? Karena friksi antara warga & otoritas Taman Nasional Komodo sudah berulang2 terjadi. Semuanya terkait dgn pemanfaatan sumber daya alam kelautan & pariwisata, di mana kepemilikan & akses masyarakat semakin dibatasi sementara akses bisnis pariwisata terus diperluas" kata KawanBaikKomodo.

"Apa yg terjadi kali ini sampai masy menyegel pos dan mengusir kapal wisata? Menurut kesaksian warga (jg tersirat dlm video ini dan video berikutnya), sehari sebelumnya otoritas TNK menangkap sekelompok warga yg menangkap ikan di perairan yg sdh masuk dalam zona konservasi," urai akun ini.

"Dikabarkan mereka dimarahi, diancam, dan dihukum push up. Di antara mereka ada anak2 di bawah umur. Warga mengaku bahwa lokasi tempat mereka menangkap ikan, sepengetahuan mereka, bukan merupakan zona inti melainkan zona pemanfaatan," tambah dia.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina buka suara terkait gesekan ini. Katanya, permasalahan dalam peristiwa ini sudah selesai.

"Oh, sudah beres tadi, kok," Shana menuliskan pesan singkat dan belum memberikan penjelasan lebih lanjut saat dimintai konfirmasi terkait masalah di dalam kawasan Taman Nasional Komodo ini.



Simak Video "UNESCO Minta Pemerintah Indonesia Stop Proyek di Pulau Komodo"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA