Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 07 Jan 2021 15:22 WIB

TRAVEL NEWS

Pantai Jadi Objek Wisata, Ini Dampak Positif dan Negatif

Putu Intan
detikTravel
Kawasan Timor Tengah Selatan memiliki beragam destinasi wisata andalan yang tak boleh dilewatkan. Salah satunya adalah Pantai Kolbano. Berikut potretnya.
Wisata pantai, dampak positif dan negatif pantai jadi objek wisata (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Di balik keindahannya, ada sejumlah dampak positif dan negatif pantai sebagai objek wisata yang perlu traveler perhatikan agar dapat berwisata menjadi lebih bijak.

Siapa yang suka main ke pantai? Mungkin hampir semua orang akan senang bila diajak berkunjung ke pantai untuk bermain air atau sekadar berjemur di bawah sinar matahari.

Apalagi dengan kondisi Indonesia yang memiliki panjang garis pantai mencapai 108 ribu kilometer dan jumlah pulau sekitar 17.504, kita memiliki banyak pilihan pantai yang dapat dikunjungi.

Salah satu lokasi yang biasanya jadi favorit wisatawan adalah Pulau Bali. Namun beberapa tahun terakhir, pantai di wilayah Nusa Tenggara hingga Papua juga digandrungi wisatawan.

Dengan menjadikan pantai sebagai objek wisata, muncul hal-hal positif baik untuk wisatawan maupun masyarakat sekitar. Sebagai wisatawan, tentunya akan terhibur dan memberikan kesenangan. Sedangkan untuk masyarakat sekitar dapat memberikan manfaat ekonomi.

Pedagang gelang KutaPedagang gelang Kuta. Foto: Aditya Mardiastuti

Manfaat ekonomi itu didapatkan dari masyarakat yang bekerja di bidang pariwisata, misalnya dengan membuka usaha hotel, restoran, berjualan suvenir, atau menjadi pemandu wisata. Jika pantainya ramai dan populer, mereka tentunya akan mendapatkan keuntungan besar.

Seperti yang dialami Desa Adat Kutuh yang mengelola Pantai Pandawa di Bali. Pada September 2019, Kepala Desa Adat Kutuh, I Made Wena mengungkapkan bahwa laba desanya mencapai belasan miliar rupiah.

"Secara keseluruhan untuk target laba bersih tahun ini Rp 18 miliar, sekarang posisi terakhir berapa, pada rapat caturwulan pertama rasanya tercapai," katanya seperti dikutip dari CNBC.

Nasib serupa juga dialami Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Kabupaten termiskin di Daerah Istimewa Yogyakarta ini sukses menurunkan angka kemiskinan berkat wisata pantai dan wisata alam lainnya.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Gunung Kidul pada 2018 turun sekitar 1,5 persen dari 18,65 persen di tahun 2017 menjadi 17,12 persen.

"Perkembangan sektor pariwisata di Gunung Kidul berperan besar dalam menurunkan angka kemiskinan. Banyak petani atau pengangguran mulai beralih menjadi pelaku usaha pariwisata sehingga mampu meningkatkan pendapatan mereka," kata Bupati Gunung Kidul Badingah dikutip dari Antara.

Selanjutnya: dampak negatif pantai sebagai objek wisata

Selanjutnya
Halaman
1 2
BERITA TERKAIT
BACA JUGA