Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 11 Jan 2021 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

5 Pesan Luhut kepada Sandiaga di 5 Destinasi Super Prioritas: dari WC sampai Oleh-oleh

Femi Diah
detikTravel
Kapal Pinisi Sea Safari
Labuan Bajo menajdi salah satu destinasi wisata super prioritas Putu Intan/detikcom)
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (menparekraf) Sandiaga Uno mendapatkan tugas khusus untuk mengembangkan 5 destinasi wisata prioritas agar makin sip dari Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Apa saja, sih?

Pemerintah pusat menggenjot pembangunan limas destinasi super prioritas. Lima destinasi super prioritas itu adalah Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Sandiaga diingatkan untuk tidak hanya berfokus kepada pembangunan fisik pada lima destinasi super prioritas itu. Dia juga diminta untuk memperbaiki hal-hal krusial di tempat wisata yang selama ini diabaikan.

Sandiaga Uno dan Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Istimewa).Sandiaga Uno dan Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Istimewa). Foto: Sandiaga Uno dan Luhut Binsar Pandjaitan (Dok. Istimewa).

Luhut bahkan meminta Sandiaga memperbaiki kualitas toilet-toilet di tempat wisata, khususnya destinasi super prioritas. Selain itu, ada tiga poin lain yang ditekankan Luhut agar digarap oleh Sandiaga.

Berikut 5 poin pesan Luhut kepada Sandiaga agar destinasi super prioritas makin spesial:

1. Perbaiki WC di tempat wisata

Kebersihan dan kualitas toilet di tempat wisata RI memang tidak memiliki standar. Ada yang bersih dan menawan, namun ada pula yang jorok.

"Soal kecil-kecil, seperti WC itu juga perlu diperbaiki. Jadi, orang datang ke spot itu tidak kapok," kata Luhut.

2. Sistem pembayaran dengan QR

Luhut pun meminta Menparekraf Sandiaga Uno untuk meningkatkan penerapan pembayaran digital dengan menggunakan QR Code QRIS (Quick Response Indonesia Standard) Bank Indonesia pada destinasi pariwisata.

"Pak Menparekraf saya dengar katanya sudah ketemu dan akan mendesain platform supaya sebanyak mungkin menggunakan digital payment jadi tanpa cash lagi," kata Luhut.

3. Rem pembangunan hotel

Pandemi virus Corona membuat jumlah wisatawan menurun. Andai vaksin telah dilakukan, pariwisata diprediksi tidak langsung pulih. Setidaknya, dibutuhkan waktu 1-2 dua tahun turis asing kembali ke Indonesia.

Situasi itu membuat Luhut meminta Sandiaga Uno untuk berhitung soal pembangunan hotel.

"Pemulihan wisatawan domestik lebih cepat dari pada yang dari luar, karena kan di sana ada travelling distance yang jadi isu. Saya pikir ini masih butuh satu dua tahun," kata Luhut.

"Maka, pembangunan hotel mungkin ini diminimumkan saja pak Sandiaga Uno, tapi spot tourism-nya diperbaiki dengan kualitas di tempat itu," ujar Luhut.

4. Perbaikan Spot Wisata

Ketimbang menambah jumlah hotel, Luhut bilang sebaiknya saat ini Kemenparekraf berfokus memperbaiki titik-titik wisata di lima destinasi super prioritas.

"Maka, pembangunan hotel mungkin ini diminimumkan saja pak Sandiaga Uno, tapi spot tourism-nya diperbaiki dengan kualitas di tempat itu," ujar Luhut.

5. Tingkatkan Kualitas Oleh-oleh

Luhut juga menyoroti soal oleh-oleh di tempat wisata destinasi super prioritas yang sedang dikembangkan saat ini. Luhut meminta Sandiaga Uno memantau kualitas oleh-oleh.

"Seperti souvenir, buatan-buatan dalam negeri, yang UMKM tapi kualitas bagus. Itu harus jadi perhatian kita," ujar Luhut.



Simak Video "Sandiaga Uno Sambangi KPK, Ada Apa?"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA