Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 15 Jan 2021 12:43 WIB

TRAVEL NEWS

Sedih, Kelinci Merana di Taman Kota Songdo yang Indah

Bonauli
detikTravel
Bermain Bersama Kelinci di Lereng Gunung Sawu
Ilustrasi kelinci (Pungky Sudrajat/d'Traveler)
Songdo -

Songdo terkenal sebagai New York-nya Korea Selatan. Di dalamnya, ada pula berbagai obyek wisata menggemaskan seperti Rabbit Island.

Dilansir dari Koreaboo, di area tengah Central Park Songdo, ada sungai buatan manusia yang mengalir dari Laut Kuning. Taman tersebut menyediakan penyewaan kano yang bisa membawa wisatawan ke Rabbit Island.

Rabbit Island sendiri adalah sebidang tanah yang dibuat khusus untuk kelinci-kelinci liar. Mereka dibiarkan berkembang biak secara alami di sana.

Namun belakangan ini, pengunjung Rabbit Island protes. Karena kelinci-kelinci menggemaskan di sana tidak diurus dengan baik.

Padahal kelinci adalah hewan yang mudah terserang penyakit. Belum lagi di tengah pandemi keadaan kelinci-kelinci semakin memburuk.

Warga mengklaim bahwa kelinci-kelinci hanya bisa makan makanan untuk rusa, jadi mereka tidak mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan dari makanan rusa itu. Kemudian karena Rabbit Island itu berada di sebidang tanah yang dikelilingi air, kelinci-kelinci tersebut tak bisa menggali tanah dan mati karena tenggelam.

Kelinci-kelinci diduga stress dan akhirnya terus menggali tanah. Akibatnya, banyak kelinci yang mati dan bertumbuk saja di sana.

Warga akhirnya memotret bukti tersebut dan melaporkannya ke penjaga taman dan kota. Warga menganggap apa yang dilakukan oleh pengelola adalah siksaan terhadap binatang.

Para ahli menyebutkan bahwa akan sulit untuk memperbaiki situasi ini. Karena kelinci akan menghasilkan banyak anak ketika berkembang biak. Ketika itu Rabbit Island akan seperti neraka untuk mereka.

Ahli juga mengatakan bahwa kelinci-kelinci di Songdo tidak disteril. Mereka juga tidak tahu ada berapa pejantan dan betina yang hidup di sana. Tak ada vaksin, dan ini akan membuat kelinci-kelinci semakin menderita.

Pernyataan pemberian makan dua kali sehari pun dianggap palsu oleh warga. Apalagi pulau kecil ini hanya bisa diakses dengan perahu.

Akhirnya kritik dan komentar pedas terus berdatangan kepada Kota Songdo. Juru bicara Kota Songdo pun angkat bicara.

"Tak ada yang bisa dilakukan untuk Rabbit Island. Karena kematian kelinci tak bisa dihindari," ujar pernyataan tersebut.

Ini makin membuat warga panas. Penduduk lokal dan komunitas pecinta hewan di Korea Selatan mulai menggelar aksi protes. Sikap acuh terhadap kelinci ini mulai dikaitkan dengan rusa-rusa yang ada di sana. Sampai sekarang, Kota Songdo belum menanggapi kekhawatiran warga secara resmi. Namun video mengenai Rabbit Island masih dipromosikan di blog resmi Sondo City.

(bnl/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA