Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 16 Jan 2021 08:41 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Aplikasi Cek Kerumunan Versi Tripadvisor, Seperti Apa?

Femi Diah
detikTravel
Ilustrasi TripAdvisor
Ilustrasi Tripadvisor Foto: Getty Images/jbk_photography
Washington -

Tripadvisor bikin terobosan saat pandemi virus Corona masih melanda dunia. Perusahaan perjalanan online itu meluncurkan platform baru untuk membantu traveler menghindari kerumunan, seperti apa atau bagaimana caranya?

Dikutip dari Foxnews, Sabtu (16/1/2021), Tripadvisor, Slack, Amazon Web Services, dan sembilan perusahaan teknologi lainnya mengembangkan platform untuk membantu wisatawan atau masyarakat menghindari keramaian di tempat bisnis dan tempat umum, termasuk taman dan pantai. Nama platform itu, Crowdfree.me.

Juru bicara TripAdvisor Brian Hoyt mengatakan teknologi tersebut menggunakan data lalu lintas dan penanda lokasi ponsel tanpa mengungkap pemiliknya untuk memetakan suatu wilayah. Nah, di aplikasi itu bisa terlihat seberapa sibuk suatu area di satu waktu. Pelacakan kerumunan itu bisa sampai sepekan terakhir.

Data di setiap lokasi diperbarui sehari sekali. Data dan informasi terbaru bisa ketahuan dengan adanya pembobotan yang lebih tinggi daripada data lama.

Untuk mengecek kerumunan itu, pengguna aplikasi bisa menggunakan fitur kemacetan. Nantinya, bisa terlihat seberapa ramai lokasi tersebut lewat deteksi peta panas yang mengacu kepada keberadaan orang di area itu. Kepadatan kerumunan bisa dilihat lewat sistem kode warna.

Platform itu juga menggabungkan skor keamanan lokasi dari ViruSafe by Neura. Itu memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi kawasan dan tingkat risiko COVID-19-nya.

Hoyt memastikan bahwa sistem aplikasi itu tidak akan menyimpan informasi identitas pribadi. So, traveler bisa leluasa untuk menggunakannya.

Untuk sementara, layanan pengecek kerumunan itu cuma bisa dipakai di wilayah Amerika Serikat (AS).



Simak Video "Ini 25 Hotel Terbaik di Dunia, Ada Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA