Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 16 Jan 2021 09:21 WIB

TRAVEL NEWS

Buang Masker pada Tempatnya, Yuk! Banyak Satwa Terjerat, Nih

Femi Diah
detikTravel
Monyet berman-main dengan masker . (Photo by Mohd RASFAN / AFP) / To go with HEALTH-VIRUS-ENVIRONMENT-ANIMAL,FOCUS by Sam REEVES
Masker sekali pakai berbahaya bagi satwa liar. (AFP/MOHD RASFAN)
Washington -

Masker menjadi dilema saat pandemi virus Corona. Masker membantu warga dunia menyelamatkan nyawa selama pandemi COVID-19, namun amat berbahaya bagi satwa liar.

Masker bedah sekali pakai ditemukan tersebar di sekitar trotoar, saluran air, dan pantai di seluruh dunia sejak seluruh dunia mulai mewajibkan warganya memakai di tempat umum. Masker diyakini menjadi salah satu cara paling pas untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Masker medis dengan segala keunggulannya menjadi yang paling disarankan dipakai. Tapi, bahan pelindung yang ada pada masker medis membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai.

"Masker wajah tidak akan musnah dalam waktu dekat. Ketika kita membuangnya, barang-barang ini dapat merusak lingkungan dan hewan yang berbagi planet dengan kita," kata Ashley Fruno dari kelompok hak asasi hewan PETA kepada AFP.

Sejumlah foto menunjukkan satwa liar terjerat tali masker, juga bikin monyet tersedak. Di Inggris dilaporkan seekor burung camar diselamatkan oleh RSPCA di kota Chelmsford setelah kakinya tersangkut di tali masker.

Monyet berman-main dengan masker . (Photo by Mohd RASFAN / AFP) / To go with HEALTH-VIRUS-ENVIRONMENT-ANIMAL,FOCUS by Sam REEVESMonyet berman-main dengan masker . (Photo by Mohd RASFAN / AFP) / To go with HEALTH-VIRUS-ENVIRONMENT-ANIMAL,FOCUS by Sam REEVES Foto: AFP/MOHD RASFAN

"Jelas masker itu menjerat burung camar selama beberapa waktu dan tali elastis masker sudah menjerat kakinya yang menyebabkan kaki burung itu bengkak," kata inspektur RSPCA Adam Jones.

Dampak terbesar mungkin terjadi di air. Lebih dari 1,5 miliar masker dibuang ke lautan tahun lalu. Kelompok lingkungan OceansAsia melaporkan sekitar 6.200 ton menjadi tambahan pencemaran plastik laut.

Ahli konservasi di Brasil melaporkan ada masker di dalam perut penguin yang terdampar di pantai. Juga, di dalam tubuh ikan buntal yang mati di lepas pantai Miami.

Opération Mer Propre, organisasi nirlaba di Prancis, malah menemukan seekor kepiting mati yang terperangkap dalam masker di laguna air asin dekat Mediterania pada bulan September.

Masker dan sarung tangan sangat bermasalah bagi makhluk laut. "Ketika plastik itu terurai di lingkungan, mereka membentuk partikel yang semakin kecil," kata George Leonard, kepala ilmuwan dari LSM Ocean Conservancy yang berbasis di AS, kepada AFP.

"Partikel-partikel itu kemudian memasuki rantai makanan dan berdampak pada seluruh ekosistem," dia menambahkan.

Untuk mencegah dampak pada satwa liar itu, para ahli menyarankan agar warga dunia beralih memakai masker kain. Kalau pun memakai masker sekali pakai, pengguna diminta untuk memotong tali elastisnya untuk mengurangi risiko hewan terjerat.

OceansAsia juga meminta pemerintah untuk meningkatkan denda jika membuang sampah sembarangan dan mendorong penggunaan masker yang bisa dicuci.



Simak Video "Hasil Simulasi Superkomputer Jepang, Pakai Dua Masker Kurang Efektif"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA