Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 27 Jan 2021 20:06 WIB

TRAVEL NEWS

Ada Varian Baru Corona Mematikan Jerman Pertimbangkan Tutup Penerbangan

Lufthansa Janji Percepat Pengembalian Uang Tiket yang Batal Karena Corona
Foto: DW (News)
Berlin -

Pemerintah Jerman tengah mempertimbangkan untuk menutup semua penerbangan. Penghentian penerbangan dipertimbangkan setelah kian banyaknya varian baru virus Corona yang lebih menular dan beberapa kasus lebih mematikan.

Hal tersebut diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer seperti dikutip dari DW, Rabu (27/1/2021). Selain dari Inggris, varian baru Corona juga muncul dari Afrika Selatan.

Amerika juga menurut riset beberapa peneliti sudah memiliki varian tersendiri yang bikin kasus Corona di California melonjak drastis.

"Bahaya yang ditimbulkan oleh banyaknya mutasi virus memaksa kami untuk mempertimbangkan tindakan drastis. Itu termasuk pemeriksaan perbatasan yang lebih ketat secara signifikan, terutama di perbatasan dengan daerah berisiko tinggi, tetapi juga mengurangi perjalanan udara ke Jerman sepenuhnya, seperti yang dilakukan Israel saat ini," ujar Seehofer.

Surat kabar terkemuka Bild melaporkan bahwa Kanselir Jerman Angela Merkel meminta agar Seehofer mencari cara agar negara itu dapat mempertahankan diri terhadap penyebaran mutasi virus.

Pada hari Selasa, Merkel mengatakan kepada anggota parlemen bahwa dia menentang larangan perjalanan habis-habisan, sementara pada sisi lain Merkel menyerukan penghentian aktivitas pariwisata karena pandemi terus menyebar.

Pernyataan Merkel itu jelas mendatangkan kritik. Salah satunya dari Asosiasi Perjalanan Jerman. Mereka menilai jika Merkel melakukan itu, akan semakin memperparah bisnis pariwisata Jerman yang sudah terpuruk akibat pandemi.

"Pemerintah harus mempertimbangkan ini. Seharusnya pemerintah tidak fokus pada pengetatan lebih lanjut kebebasan bergerak kita yang sudah sangat dibatasi," ujar asosiasi.

Asosiasi tersebut mengatakan pemerintah akan lebih baik berkonsentrasi pada "defisit drastis" negara yang terjadi karena terkait vaksinasi.

"Selain itu, pemerintah federal harus merefleksikan fakta bahwa kebebasan bergerak adalah hak dasar - bukan hak istimewa yang diberikan secara politik," tulis asosiasi perjalanan Jerman.



Simak Video "Abu Walaa, Pimpinan ISIS di Jerman Divonis 10 Tahun Penjara"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA