Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Feb 2021 16:06 WIB

TRAVEL NEWS

Rel Kereta Api Dipasang Tidak Rapat, Ini Alasannya

PT Kereta Api Indonesia (persero) melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan uji coba terbatas pengoperasian KRL Yogya-Solo mulai tanggal 20-31 Januari. Sedangkan masyarakat dapat ikut mencobanya dengan tarif Rp 1 mulai tanggal 1-7 Februari.
Ilustrasi rel kereta api (Pius Erlangga/detikTravel)
Jakarta -

Kereta api kerap menjadi moda transportasi wisata favorit. Hanya buat kamu yang penasaran, ada alasan kenapa rel kereta api dipasang tidak rapat.

Sejak dulu moda transportasi kereta api begitu disukai oleh banyak traveler. Selain aman, kereta api juga memiliki tarif cukup bersahabat dan melayani banyak rute di Pulau Jawa.

Namun, ada sejumlah hal unik tentang kereta api yang mungkin traveler belum tahu. Misalnya alasan kenapa rel kereta api dipasang tidak rapat satu sama lain.

Dihimpun detikTravel, Rabu (3/2/2021), rel kereta api sengaja dipasang tidak rapat karena mencegah pemuaian saat siang hari dan mencegah penyusutan saat malam hari.

Pada hari di mana cuaca cukup panas, rel kereta api dapat memuai melebihi panjang dan lebarnya semula. Kebalikannya, rel kereta api juga bisa menyusut di malam hari atau saat temperatur udara sedang turun drastis.

Oleh karena itu, pihak kereta api akan selalu menyisihkan atau memberi jarak antar besi rel kereta api untuk memfasilitasi proses pemuaian dan penyusutan rel kereta yang dapat terjadi setiap saat.

Sama dengan jembatan dan jalan raya, besi baja yang digunakan untuk rel kereta api juga harus dipasang renggang berongga untuk mencegah terjadinya kecelakaan kereta api yang disebabkan oleh relnya melengkung akibat pemuaian dari pemanasan di siang hari.

Konsep rongga atau celah di antara besi itu menggunakan penghitungan dan memperhatikan sifat pemuaian dan penyusutan benda padat yang bisa disebabkan oleh perubahan suhu.

Jalan raya pada musim kemarau banyak yang rusak dan retak-retak, karena pemuaian baja dan aspalnya. Jembatan dan jalan raya dibuat dari besi baja yang saling disambungkan satu dengan yang lainnya.

Selama proses penyambungan, ahli konstruksi harus benar-benar memperhitungkan sifat pemuaian dan penyusutan besi baja karena adanya perubahan suhu, baik di siang hari yang panas maupun di malam hari yang dingin. Itulah alasan kenapa rel kereta api dibuat berjarak.



Simak Video "Korban Tewas Tabrakan Dua Kereta di Pakistan Jadi 51 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA