Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 08 Feb 2021 12:50 WIB

TRAVEL NEWS

Nanti di Desa Wisata Ini, Kamu Bisa Bermain 'Pokemon Go'

Syanti Mustika
detikTravel
Sandiaga Uno
Foto: (dok Kemenparekraf)
Belitung -

Tidak hanya sebatas menawarkan wisata berbasis pelestarian alam, Menparekraf Sandiaga Uno juga akan menghadirkan permainan digital yang mengadopsi Pokemon GO. Penasaran?

Dari rilis yang diterima detikcom, Senin (8/2/2021) gagasan tersebut disampaikan Sandi ketika mengunjungi Desa Wisata Bukit Peramun bersama Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman serta Bupati Belitung, Sahani Saleh pada Jumat (5/2/2021) jelang tengah malam. Dalam kesempatan tersebut, Sandi bersama rombongan hendak mengamati sosok tarsius, primata khas Kepulauan Bangka Belitung.

Pencarian sosok misterius hewan nokturnal itu memberikan Sandi ide untuk menghadirkan sebuah permainan berbasis aplikasi yang memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR). Mirip Pokemon GO, permainan yang dapat dimainkan lewat ponsel itu dapat menangkap beragam objek tidak kasat mata sepanjang pencarian tarsius.

"Jadi selain keunggulan tarsiusnya, Bukit Peramun juga memiliki fitur digital, ada beberapa pohon yang bisa di-scan dengan aplikasi khusus dan keluar cerita tentang pohon tersebut," ungkap Sandi.

"Jadi ini desa wisata digital yang juga punya hologram, ada juga spot-spot instagramable place," tambahnya.

Sandiaga UnoSandiaga Uno di Desa Wisata Bukit Peramun Foto: (dok Kemenparekraf)

Lewat permainan yang dinamakannya Peramun Go itu Sandi meyakini jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara dapat meningkat pasca pandemi covid-19. Sehingga, tidak hanya pemulihan pariwisata, pemanfaatan teknologi tersebut diungkapkannya juga dapat menyerap banyak tenaga kerja lokal, mulai dari pemadu tur hingga pengembangan permainan.

"Ini salah satu bentuk inovasi baru dalam wisata alam berbasis digital yang dapat secara langsung memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif lokal. Ini yang kita harapkan ke depannya, menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya," ungkap Sandi.

Bersamaan dengan gagasan tersebut, Sandi berharap kepada Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman untuk dapat menyatukan kawasan wisata berbasis alam atau eko wisata di Kepulauan Bangka Belitung. Misalnya, Bukit Peramun dengan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Seberang Bersatu yang berada di Juru Seberang.

"Bukit Peramun ini merupakan desa wisata yang merupakan satu kesatuan untuk eko wisata. Jadi eko wisata berbasis alam dan kelestariannya harus kita jaga, menjadi satu produk unggulan wisata di tengah-tengah pandemi di mana masyarakat mencari wisata udara terbuka," ungkap Sandi.

"Saya berharap nanti Pak Gubernur dan Pak Bupati, ini merupakan satu langkah yang harus kita tata tiga tahun ke depan, sehingga nanti tracking yang dari Juru Seberang sampai ke Desa Wisata Bukit Peramun bisa menjadi satu yang terintegrasi," tutupnya.



Simak Video "Desa Wisata RI Disebut Berpotensi Jadi Digital Nomad"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA