Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 17 Feb 2021 05:02 WIB

TRAVEL NEWS

Sandiaga Usul Ada Kereta Gantung, Jogging Track, dan Walk Path di Danau Toba

Menparekraf Sandiaga Uno saat melakukan kunjungan kerja perdananya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ke Destinasi Super Prioritas Danau Toba
Menparekraf Sandiaga Uno usulkan kereta gantung di Danau Toba (foto: Kemenparekraf)
Jakarta -

Untuk mengembangkan pariwisata di Danau Toba, Menparekraf Sandiaga Uno mengusulkan pembangunan jogging track, walk path, dan kereta gantung.

Kereta gantung itu direncanakan melintang antara Tomok dan Silahosa sepanjang 1 sampai 2 km. Untuk mewujudkannya, Sandiaga mengusulkan Indonesia bekerja sama dengan Doppelmayr, perusahaan asal Eropa Utara.

Sandiaga juga berharap pengembangan kawasan itu bisa melibatkan komunitas sehingga tercipta pendekatan publik private partnership (PPP).

"Kita juga akan mengembangkan spot-spot Instagramable dan cocok untuk konten TikTok di Danau Toba," kata Sandiaga Uno dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi terkait penataan kawasan dan bangunan di sekitar Danau Toba, Selasa (16/2/2021).

"Kita kemarin sudah melihat hutan Ginjang dan salah satu yang akan kami tinjau Minggu ini adalah Adian Ngalambong. Ini bentuk kerjasama Publik Private People Partnership karena melibatkan komunitas dan dunia usaha," Sandiaga menambahkan.

"Mudah-mudahan keberangkatan kami akhir Minggu ini dengan konsep weekend in Toba bisa terus meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di danau Toba," kata Sandiaga.

Pembangunan cable car pun telah direncanakan oleh Menparekraf sebelumnya, Wishnutama Kusbandio, yang menyatakan bahwa banyak daya tarik wisatawan yang bisa dibangun di Danau Toba.

Selain itu, Sandiaga mendorong penataan hotel di Toba secara komprehensif. Yakni, tidak hanya infrastruktur yang dikembangkan, namun juga kegiatan ekonomi kreatif.

"Kami menyampaikan beberapa data hotel di Danau Toba yang perlu dibuat penataan lebih komprehensif mengacu pada penataan yang sukses seperti Lake Geneva ada Veve di Switzerland di mana bukan hanya dari segi infrastruktur tapi juga ekonomi kreatif seperti festival kesenian dan budaya yang mampu menarik wisatawan," ujar Sandiaga.

Sandi meyakini sebagai Caldera of King, Danau Toba bisa terus berbenah dan memastikan wisatawan domestik bisa menikmati Danau Toba.

"Kami juga akan mengusulkan pelibatan PHRI, Kadin, Asosiasi GM, Komunitas, HIPMI, kami mengusulkan agar jumlah enam restoran dan 16 hotel yang baru disertifikasi penerapan CHSE di Danau Toba ditingkatkan lagi," kata Sandiaga.

Usulan selanjutnya untuk menarik wisatawan yaitu jogging dan walk path di sempadan Danau Toba. Sehingga, nantinya publik bisa melihat keindahan Danau Toba dengan nyaman.

"Usulan kami yang kongkrit adalah menghadirkan jogging dan walk path atau paving di sempadan Danau Toba. Sehingga sempadan Danau Toba ini bebas dari bangunan dan dapat di akses publik. Ini merupakan bagian dari kesetaraan untuk dapat menikmati keindahan Danau Toba," kata Sandiaga Uno.



Simak Video "Siap Gelar World Superbike, Pemerintah: Semua Atlet Harus Sudah Divaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA