Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 18 Mar 2021 07:11 WIB

TRAVEL NEWS

Kisah Kopi Papua yang Sangat Digemari Warga Selandia Baru

Hari Suroto
detikTravel
Kopi Papua Dogiyai
Foto: Ilustrasi kopi Papua (dok. Anomali Coffee)
Merauke -

Warga Selandia Baru dikenal sebagai penikmat kopi di bagian bumi paling selatan. Mereka suka banget dengan kopi Papua.

Warga Selandia Baru suka banget ngopi, meski letak geografisnya membuat Selandia Baru bukanlah negara penghasil kopi. Kopi Indonesia cukup digemari di Selandia Baru karena umumnya berjenis arabica dengan cita rasa yang lebih kaya.

Di Kawasan Pasifik Selatan, hanya Papua, Papua Nugini dan Kaledonia Baru yang menghasilkan kopi. Produk kopi dari tiga wilayah itu sangat digemari di Selandia Baru.

Pegunungan Papua yang terbentang hampir sepanjang pulau menjadi lokasi tumbuhnya pohon kopi arabika secara alami tanpa pupuk pabrik.

Pegunungan penghasil kopi ini membujur sepanjang 600 kilometer, dari barat Danau Paniai hingga perbatasan dengan Papua Nugini. Wilayah yang luas ini memiliki beberapa lembah yang penting sebagai lokasi masyarakat Papua pegunungan bermukim dan berkebun.

"Hal ini merupakan peluang yang sangat bagus untuk kopi Papua, selain disukai oleh konsumen dalam negeri, juga bernilai ekspor tinggi," ujar Tantowi Yahya Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru.

Di Selandia Baru, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru,Tantowi Yahya bertekad menjadikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wellington sebagai 'Rumah Indonesia'. Di kantor KBRI, warga Selandia Baru bisa menyaksikan keragaman budaya Indonesia.

Menurut Tantowi Yahya, kopi arabika akan menjadi primadona ekspor Indonesia di masa depan. Di tengah meningkatnya permintaan terhadap specialty coffee. Kopi Indonesia memenuhi kriteria yang diinginkan yaitu rasa, aroma dan eksotisme. Di samping membawa keuntungan ekonomi, kopi juga adalah alat efektif Nation Branding.

"Selain budaya, KBRI Wellington sejak lama menggunakan kopi sebagai alat diplomasi. Kecintaan masyarakat Selandia Baru terhadap kopi, kami jadikan peluang, di KBRI Wellington kami menyiapkan 'Ruang Gorontalo' sebagai pusat kopi Indonesia dan ruang pamer aneka produk ekonomi kreatif dari Indonesia serta perpustakaan. Hampir setiap tamu kami ajak ke ruang ini untuk menikmati aneka kopi dari Indonesia termasuk kopi Papua," kata Dubes Tantowi Yahya.

Selain itu, mahasiswa Indonesia yang studi di Selandia Baru sering memanfaatkan koleksi buku di perpustakaan sambil ngopi.

Di Ruang Gorontalo, setiap Jumat terdapat kelas gratis barista yang diikuti oleh masyarakat, mahasiswa Indonesia, dan Selandia Baru.

"Jaya Argakusuma, barista profesional kami yang pernah mendapatkan penghargaan di kompetisi barista di Wellington menjadi trainer yang mumpuni dan sabar," ujar Tantowi.

Menurut Tantowi, kopi bisa menjadi primadona ekspor, "Kopi Papua memenuhi kriteria yang diinginkan konsumen Selandia Baru, yaitu rasa, aroma dan eksotisme. Kopi Papua sangat digemari dan sangat spesial bagi masyarakat Selandia Baru," kata dia.


---
Artikel ini dibuat oleh Hari Suroto dari Balai Arkeologi Papua dan diubah seperlunya oleh redaksi.



Simak Video "Vaksinasi di Selandia Baru Dekati 90% Populasi"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA