Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Mar 2021 06:12 WIB

TRAVEL NEWS

Cara Kebun Binatang Hokkaido Bertahan di Pandemi Corona

Syanti Mustika
detikTravel
North Safari Sapporo
Ilustrasi kebun binatang Hokkaido (dok North Safari Sapporo)
Sapporo -

Salah satu yang terimbas pandemi virus Corona adalah kebun binatang di Sapporo, Hokkaido. Untuk bertahan, bonbin itu bikin strategi macam-macam.

Dirangkum detikcom, Sabtu (20/3/2021) North Safari Sapporo, kebun binatang di Sapporo, Hokkaido, Jepang kesulitan pendaan setelah minim pengunjung karena pandemi.

Tapi, ada atau tidak pemasukan, satwa-satwa harus diberi makan. Begitu pula dengan pegawai yang tetap harus digaji.Fasilitas yang ada di dalam kebun binatang itu juga harus tetap mendapatkan perawatan.

Pengelola pun memutar otak tetap bisa menghasilkan uang. Salah satu caranya, dengan menggunakan maskot 'Tuan Kuda'. Yaitu petugas kebun binatang yang mengenakan topeng kepala kuda.

Proyek ini merupakan kolaborasi dengan seniman manga serta ilustrator yang lahir besar di Hokkaido. Para seniman ini nantinya akan menciptakan karya-karya yang berhubungan dengan hewan dan kebun binatang.

Ilustrasi para seniman ini nantinya diproduksi dalam bentuk kalender, kaos oblong, gantungan kunci, dan handuk. Barang-barang ini akan dijual dan uangnya digunakan untuk perawatan kebun binatang dan isinya.

Adapun para seniman yang terlibat dalam proyek ini diantaranya, Arakawa Hiromu, Shuji Sogabe, Akira Himekawa, Katsumi Tatsuzawa, dan Kazuhiro Fujita.

Kebun Binatang Sapporo juga mempermudah bagi siapapun yang berada di Jepang dan belum sempat berkunjung ke Kebun Binatang Sapporo untuk bisa membantu. Mereka juga menampilkan karya seniman ini secara eksklusif di website Kebun Binatang Sapporo.

Adapun berita terbaru yang berhubungan dengan Jepang adalah wacana mengakhiri status darurat di Kota Tokyo.

Walau masih wacana, dipastikan kalau pemerintah Jepang akan mengeluarkan keputusan final dalam pertemuan dengan sejumlah penasihat pada 18 Maret atau hari Kamis mendatang. Namun, kabar itu belum dibenarkan oleh kantor Perdana Menteri Jepang.

Kabar terakhir, Jepang tengah berusaha untuk mengontrol jumlah pasien positif Covid-19 serta lewat program vaksin yang masih berlangsung. Salah satu tujuannya adalah untuk kembali bersiap menyambut Olimpiade musim panas yang diundur pada 23 Juli tahun ini pasca batal diadakan tahun lalu.

Saat ini, Jepang mencatatkan kasus positif sebanyak 446.923 dan 8.573 kasus kematian akibat Covid-19.



Simak Video "Safari Malam, Melihat Hewan Saat Malam Hari Di Cisarua Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA