Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 31 Mar 2021 08:42 WIB

TRAVEL NEWS

Ini Rute yang Jadi Ladang Cuan PO Haryanto

PO Haryanto
Armada bus AKAP PO Haryanto di garasi Kudus (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Kudus -

Sebuah perusahaan otobus memiliki rute-rute atau trayek penting. Jalur manakah yang paling menguntungkan bagi PO Haryanto?

Kata Direktur Operasional PO Haryanto, Rian Mahendra, rute-rute yang dijalankannya tegolong stabil. Tingkat keterisian kursi di tiap daerah pun terbilang sama.

"PO Haryanto itu stabil. Di mana-mana sama okupansinya," kata Rian di Garasi PO Haryanto Kudus beberapa waktu lalu.

Ia pun membeberkan jalur paling gemuk dan jadi andalan perusahaan. Ketiadaan angkutan lain, kereta misalnya, jadi salah faktor kejayaannya.

"Kalau nanya operasional terbanyak di mana ya Muria Raya. Kalau ditanya okupansi paling baik ya sama semua, karena jumlahnya sama berkisar antara 70-80%," terang dia.

Rian mengungkapkan bahwa operasional PO Haryanto terbanyak ada di Muria Raya. Kawasan ini dalam satu hari bisa mengoperasikan 64 bus.

"Solo Raya, Wonogiri, Yogyakarta itu dalam satu hari 42-44 bus. Madura itu 24-28 bus. Malang empat bus dan Pantura itu 22 bus," Rian menegaskan.

Ratusan bus AKAP PO Haryanto beroperasi setiap hari. Jumlah itu masih ditambah armada dari divisi PATAS, total ada delapan armada.

"Karena aku ngurusi AKAP dan PATAS. Total jumlah bus AKAP yang beroperasi di tiap hari yakni 160-an. PATAS kira-kira delapan. Mungkin sekitar 170-an per hari," kata Rian.

Di sisi lain, apakah PO Haryanto pernah menutup rute?

"Seumur aku buka sampai sekarang, bukan nutup sih sebenarnya. Karena kita cuma nyoba aja waktu itu, rute Surabaya-Jakarta," kata Rian.

"Sekitar tahun 2010 lah mungkin. Sekarang memang banyak PO yang main di sana," dia menambahkan.

Kata Rian, PO Haryanto di masa dulu masih bersaing ketat dengan kereta dan pesawat. Harga tiket mereka masih disubsidi sama BUMN.

"Kalau sekarang kan subsidi sudah nggak ada, makanya sudah mulai ramai Surabaya-Jakarta. Kalau dulu kalah," jelas dia.

"Dulu pesawat dari Jakarta Rp 300-280 ribu. Terus bus mau jualan berapa? Kalau sekarang pesawat sudah mahal lah. Bus sudah bisa bersaing makanya orang mulai buka SBY-JKT," dia membeberkan.

Untuk diketahui, PO Haryanto tak hanya mengoperasikan bus AKAP dan PATAS. Perusahaan ini juga memiliki armada pariwisata, namun bisa dibilang mati suri untuk divisi ini karena pandemi Corona.

"Pariwisata PO Haryanto saat ini nggak begitu jalan. Karena masih masa pandemi gini kan shutdown," kata Rian.

"Pariwisata yang paling kepukul memang. Mereka punya total 40 armada," dia menambahkan.

***

PO Haryanto masih menyimpan segudang fakta menarik lain. Laporan khusus lainnya masih akan ada di berita selanjutnya!



Simak Video "Bus Listrik di DKI Belum Juga Beroperasi, Siapa Jadi Pengganjal?"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA